Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Pemkot Serang Diminta Relokasi PKL di Tempat yang Layak

Selasa 11 Aug 2020 05:21 WIB

Rep: alkhaledi Kurnialam/ Red: Hiru Muhammad

Audiensi mahasiswa dengan Pemkot Serang saat HUT ke-13 Kota Serang. Mahasiswa meminta berbagai masalah di Kota Serang diselesaikan termasuk salah satunya penertiban PKL, Senin (10/8)

Audiensi mahasiswa dengan Pemkot Serang saat HUT ke-13 Kota Serang. Mahasiswa meminta berbagai masalah di Kota Serang diselesaikan termasuk salah satunya penertiban PKL, Senin (10/8)

Foto: alkhaledi kurnialam
Pemkot dinilai hanya membuang uang membangun pusat PKL di lokasi yang tidak strategis

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG--Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Serang menyebut tempat relokasi PKL di Pasar Kepandean dan Taman Sari sebagai lokasi dagang yang tidak strategis. Hal ini membuat para pedagang enggan untuk direlokasi dan tetap berjualan di tempat-tempat terlarang meski sudah sering diimbau pemkot.

Ketua APKLI Kota Serang Ayip Fauzi menuturkan selama ini upaya relokasi oleh pemkot tidak dilakukan dengan serius. Fasilitas lokasi dagang di pasar Taman Sari dan Kepandean dinilainya tidak ditata dengan baik sehingga membuat pembeli tidak mau datang.

"Tempat relokasi seperti Kepandean itu sebenarnya bisa dibuat orang untuk mau berbelanja di sana asal ditata dan dibangun dengan bagus. Orang kan kalau tampak mukanya saja sudah bagus maka akan datang, jauh sekali kalau kita bandingkan dengan pusat PKL di Tangerang atau daerah lain," jelas Ayip, Senin (10/8).

Menurutnya pemkot selama ini hanya menghambur-hamburkan anggaran dengan membuat pusat PKL yang tidak memiliki nilai jual. "Tempat itu harus marketable lah, kan bisa belajar dari daerah lain, selama ini alasannya anggarannya kurang padahal bisa minta ke provinsi atau pusat bahkan investor," ujarnya.

Ayip menuturkan seharusnya pemkot memberikan solusi menyeluruh dari permasalahan PKL, bukan hanya untuk sesaat."Pembangunanya harus terpadu, jangan setengah-setengah. Dari penataan lokasi keindahan auning, fasikitas pendukung seperti air, listrik sampai angkutan kan semua harus terpadu," katanya.

Pemkot dinilainya hanya menitikberatkan keengganan pedagang untuk pindah ke lahan relokasi PKL tanpa memikirkan alasan pedagang. Ia berharap pelibatan pedagang atas program atau aturan yang berdampak kepada PKL."Harusnya ditanya juga kenapa enggan, PKL itu mau aja diatur, direlokasi asal tempatnya betul. Sekarang kan kalau pedagang memaksakan di tempat itu gak bisa karena tidak ada pembeli datang," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang, Yoyo Wicahyono menyebut pemkot sudah memberikan fasilitas lengkap ke tempat relokasi PKL. Berbagai fasilitas seperti auning, mushola, toilet umum sudha dibangun di pasar Kepandean."Semua sudah ada, WC umum, mushola, auning, paving block. Memang ketika itu ada kesalahan kita listriknya tidak ada, tapi kan kita harap masuk dulu nanti kita perbaiki, kita fasilitasi," jelas Yoyo.

Yoyo mengharap agar para pedagang mau pindah terlebih dahulu, baru kemudian kekurangan yang ada akan dievaluasi. "Kapasitas di Kepandean memang hanya sekitar 128 saja, tapi kalau memang tidak cukup kan kita nanti bisa pasang tenda. Jadi bukan belum apa-apa sudah tidak mau masuk," katanya.

Kendati demikian, Yoyo menuturkan pihaknya tidak akan memperketat aturan PKL atau mendesak pedagang untuk segera pidah di masa pandemi sekarang ini. Pihaknya akan kembali menata PKL yang berada di lokasi terlarang pada tahun depan. "Kondisi sekarang kita harus bijak, kita lihat akibat covid-19 ini kan penghasilan pedagang menurun, jualan sepi masak kita kejar-kejar. Kita lakukan upaya lebih manusiawi lah, di masa sekarang orang tidak jadi perampok aja sudah bagus, jangan sampai kita memiskinkan mereka di tengah kondisi yang tidak kondusif ini," ungkapnya.

Adapun Wali Kota Serang Syafrudin menuturkan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk penataan PKL. Namun, keengganan pedagang untuk direlokasi akhirnya yang membuat banyak PKL masih berjualan di tempat-tempat terlarang."Sebenarnya kami inginkan seperti di Stadion itu bersih, tapi ketika saya tempatkan mereka di Kepandean malah tidak betah. Jadi kita sudah coba berbagai cara, tapi alasannya tidak laku," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA