Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Sido Muncul Ekspor Jamu Perdana ke Arab Saudi

Senin 10 Aug 2020 20:56 WIB

Rep: Anastasia AS (swa.co.id)/ Red: Anastasia AS (swa.co.id)

.

.

Sido Muncul melakukan ekspor jamu untuk pertamakalinya ke Arab Saudi.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul melakukan ekspor jamu untuk pertama kalinya ke Arab Saudi. Ekspor perdana ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan kerja sama antara Sido Muncul dan perusahaan Mizanain dari Arab Saudi.

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan pelepasan ekspor ini menumbuhkan optmisme bahwa produk makanan dan minuman, khususnya rempah-rempah dapat mendorong kinerja ekspor nasional. “Peluang inilah yang harus terus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dan peluang ini juga yang dapat meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia di masa pandemi Covid-19,” kata dia.

Keberhasilan ini juga dapat menjadi pemicu industri biofarmaka dan mamin untuk terus melakukan penetrasi ke pasar global, walalupun dalam situasi pandemi Covid. Saat ini, Arab Saudi tengah meningkatkan tarif bea masuk terhadap 500 jenis produk untuk meningkatkan penerimaan negara. Kebijakan tersebut berdampak terhadap perdagangan Indonesia ke Arab Saudi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan, menjelaskan saat ini pihaknya terus mendorong kinerja ekspor nasional dengan melakukan peneyderhanaan larangan dan pembatasan, serta melakukan percepatan proses ekspor melalui National Logistics Ecosystem. “Yang kami lakukan saat ini juga melakukan penyederhanaan dan percepatan pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp,” kata dia menambahkan.

Kemendag mengusulkan agar Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dapat memberikan trade financing untuk eksportir yang mengalami kesulitan keuangan dan mendorong peningkatan ekspor non migas.  

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pada semester I/2020, ekspor Indonesia atas produk biofarmaka mencapai US$4,2 juta atau naik 32,8%, jika dibandingkan pada periode yang sama dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$3,17 juta. Sementara itu, Indonesia mencatatkan ekspor sebesar US$76,4 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2020. Sedangkan impor sebesar US$70,9 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA