Senin 10 Aug 2020 17:54 WIB

'Gelar Buah Nusantara' Dorong Konsumsi Buah Lokal

Buah-buahan cukup laris selama pandemi dan diandalkan mendongkrak perekonomian.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nora Azizah
Buah-buahan cukup laris selama pandemi dan diandalkan mendongkrak perekonomian (Foto: ilustrasi buah lokal)
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Buah-buahan cukup laris selama pandemi dan diandalkan mendongkrak perekonomian (Foto: ilustrasi buah lokal)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto meluncurkan Gelar Buah Nusantara ke lima sebagai kampanye untuk mendorong konsumsi buah lokal. Airlangga mengatakan, pada situasi pandemi saat ini permintaan buah-buahan dipastikan meningkat dan dapat diandalkan sebagai pendongkrak perekonomian.

"Dalam situasi Covid-19, buah-buahan bisa menjadi penyangga imunitas. Ini sektor yang sekaligus bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi," kata Airlangga dalam Peluncuran Gelar Buah Nusantara di Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin (10/8).

Baca Juga

Airlangga mengatakan, subsektor hortikultura juga bisa menjadi mitigasi untuk mempertahankan agar nilai tukar petani (NTP) tetap melaju positif. Sebab, komoditas hortikultura, terutama buah-buahan khas nusantara yang jenisnya amat beragam di tiap-tiap daerah.

Lebih lanjut, Airlangga juga mendorong agar para produsen buah bisa semakim membenahi level pengemasan sehingga bisa menjadi industri buah yang berdaya saing. Ia mengatakan, pemerintah akan mendorong sektor hortikultura sebagai penyangga ekonomi lewat langkah-langkah extraordinary demi menyelematkan perekonomian.

"Kehadiran negara akan dimaksimalkan. Realisais anggaran-anggaran pemerintah dan beberapa program untuk mendukung juga bisa dipercepat," katanya.

Selain potensi pasar domestik yang besar, ia menuturkan, permintaan ekspor akan buah-buahan asal Indonesia juga tengah mengelami peningkatan. Seperti misalnya manggis, pisang, nanas, salak yang sejau ini memiliki permintaan tinggi dari berbagai negara.

Sebagai tindak lanjut untuk mendukung pengembangan hortikultura, ia menyampaikan, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian khususnya hortikultura dengan melakukan pengembangan kawasan industri hortikultura yang fokus pada satu komoditas. Seperti misalnya pengembangan kawasan telah dilakukan untuk komoditas pisang cavendish yang diminati baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Potensinya akan meningkat terus. Dalam situasi Covid-19, ekspor nilai tambah ekspor buah-buahan naik 73,4 persen. Ini pertanda sektor ini punya daya tahan," ujar Airlangga.

Sementara itu, Direktur Utama Pasar Komoditi Nasional, Hartono, mengatakan, Gelar Buah Nusantara menjadi sarana bagi para pedagang untuk mempromosikan buah lokal. Ia tak menampik bahwa anggapan masyarakat terhadap buah impor lebih baik masih ditemukan. Padahal, buah asli Indonesia tak kalah saing dan jauh lebih beragam.

"Kami berharap buah nusantara bisa menjadi tuan rumah di tempatnya sendiri, dengan ragam dan kualitas yang bagus," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement