Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Warga Kashmir tidak Sendirian untuk Bebas dari India

Senin 10 Aug 2020 01:50 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Muhammad Hafil

Warga Kashmir Tidak Sendirian untuk Bebas dari India. Foto: Pendukung nelayan partai berkuasa Pakistan Tehrik-e-Insaf memegang bendera nasional dan Kashmir untuk menunjukkan solidaritas dengan warga Kashmir yang tinggal di India, mengelola Kashmir di depan Yaum-e-Istehsaal (Hari Eksploitasi) di Karachi, Pakistan, 4 Agustus 2020

Warga Kashmir Tidak Sendirian untuk Bebas dari India. Foto: Pendukung nelayan partai berkuasa Pakistan Tehrik-e-Insaf memegang bendera nasional dan Kashmir untuk menunjukkan solidaritas dengan warga Kashmir yang tinggal di India, mengelola Kashmir di depan Yaum-e-Istehsaal (Hari Eksploitasi) di Karachi, Pakistan, 4 Agustus 2020

Foto: EPA-EFE/REHAN KHAN
Negara-negara Muslim diminta untuk mengambil sikap terkait krisis Kashmir.

REPUBLIKA.CO.ID, PAKISTAN — Menteri Negara Urusan Parlementer Ali Muhammad Khan meminta negara-negara Muslim untuk ambil sikap terkait krisis Kashmir. Menurut dia, persatuan itu diharapkan agar negara-negara Islam menjadi kekuatan global yang dihormati.

Mengutip Daily Times, Ahad (9/8), dia mengatakan, Kashmir adalah masalah nyata umat Muslim. Sehingga, telah menjadi kewajiban moral setiap Muslim di dunia untuk membantu menyelesaikannya dengan menemukan solusi.

Kebijakan PM India, Narendra Modi, kata dia, telah membawa Kashmir ke arah yang lebih sulit. Dia menilai, kebijakan yang diambil India baru-baru ini juga mencoreng India sebagai negara dengan reputasi demokratis dan sekuler.

Mengacu pada masyarakat India, dia menyebut bahwa kebijakan Modi yang kontroversial juga telah ditentang. "Saya ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa warga Kashmir tidak sendirian dalam perjuangan mereka untuk bebas dari pendudukan ilegal India", kata menteri itu.

Dia menambahkan, pemerintah, negara, dan kepemimpinan politik serta militer akan selalu bersama Kashmir hingga hak mereka untuk menentukan nasib sendiri terjadi.

Sebagai urat nadi Pakistan, Kashmir menurut dia, akan selalu diperjuangkan. Utamanya, dengan memanfaatkan forum internasional yang tersedia untuk proses diplomasi dan negosiasi dalam berbagai sorotan.

"Situasi regional sekarang telah berubah dan Pakistan berada dalam posisi yang kuat karena narasinya tentang masalah Kashmir telah diakui oleh dunia yang beradab," tambahnya.

Dia menegaskan, Pakistan akan selalu siap bernegosiasi dengan India tentang masalah Kashmir dimanapun dan kapanpun. Namun demikian, India ia sebut selalu menghindari dari negosiasi dan berbagai dialog menyangkut kashmir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA