Sunday, 21 Rabiul Akhir 1442 / 06 December 2020

Sunday, 21 Rabiul Akhir 1442 / 06 December 2020

AS Catat Rekor 5 Juta Kasus Covid-19

Ahad 09 Aug 2020 14:44 WIB

Rep: ferginadira/ Red: Muhammad Akbar

Seorang pria berjalan di lingkungan SOHO, New York, AS, Sabtu (11/4). Kota New York masih dianggap sebagai pusat penyebaran wabah koronavirus di Amerika Serikat dan meminta para orang-orang untuk tetap tinggal di rumah untuk menghentikan penyebaran virus sehingga dapat meminimalkan jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan pertolongan medis.

Seorang pria berjalan di lingkungan SOHO, New York, AS, Sabtu (11/4). Kota New York masih dianggap sebagai pusat penyebaran wabah koronavirus di Amerika Serikat dan meminta para orang-orang untuk tetap tinggal di rumah untuk menghentikan penyebaran virus sehingga dapat meminimalkan jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan pertolongan medis.

Foto: EPA-EFE/JASON SZENES
Satu dari setiap 66 penduduk di AS terinfeksi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -  Amerika Serikat (AS) mencatat rekor jumlah kasus infeksi virus korona tipe baru atau Covid-19 yang menembus lebih dari lima juta kasus. Data statistik worldometers mencatat, 5.149.723 kasus infeksi Covid-19 di seluruh negara bagian AS.

Angka ini tercatat ketika para pejabat kesehatan AS membumbungkan harapan awal pada pekan ini untuk ketersediaan vaksin yang efektif pada akhir tahun. Satu dari setiap 66 penduduk di AS terinfeksi. Negeri Paman Sam kini masih memimpin dunia dalam angka jumlah kasus dan kematiannya.

AS juga telah mencatat 165.070 kematian akibat virus yang berasal mula dari kota di Cina, Wuhan itu. Angka kematian akibat virus di AS menunjukkan hampir seperempat dari total kematian dunia akibat virus yang mempengaruhi 213 negara dan wilayah di dunia.

Tonggak sejarah yang suram datang ketika Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan ekonomi kepada warga AS yang dirugikan oleh pandemi virus korona. Hal itu dilakukan setelah Gedung Putih gagal mencapai kesepakatan dengan Kongres.

Pada Jumat, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pertumbuhan pekerjaan AS melambat secara signifikan pada Juli. Sehingga pemerintah menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk bantuan pemerintah tambahan.

Anthony Fauci mengatakan kepada Reuters pada Rabu lalu bahwa mungkin ada setidaknya satu vaksin yang bekerja dan aman pada akhir tahun. Tetapi Trump menawarkan pandangan yang lebih optimistis, dengan mengatakan ada kemungkinan AS akan memiliki vaksin virus korona pada saat pemilihan presiden 3 November.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA