Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Wapres: Pandemi, Saatnya Kedepankan Ekonomi Inklusif

Ahad 09 Aug 2020 12:01 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menilai saat ini waktu tepat untuk mengedepankan pembangunan ekonomi yang inklusif.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menilai saat ini waktu tepat untuk mengedepankan pembangunan ekonomi yang inklusif.

Foto: KIP/Setwapres
Penerapan ekonomi berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ajaran Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menilai saat ini waktu tepat untuk mengedepankan pembangunan ekonomi yang inklusif. Sebab, pandemi Covid-19 telah membuat semua sektor kehidupan terdampak.

Baca Juga

"Ini waktu tepat menegaskan aspek inklusifitas, karena pandemi ini berdampak pada semua kalangan. Inilah kesempatan kita, pasca pandemi, untuk melaksanakan pembangunan dengan lebih baik," ujar Kiai Ma'ruf saat mengikuti web seminar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Go Green for Sulawesi Selatan, kemarin.

Kiai Ma'ruf mengatakan, sejak 2015, Indonesia dan 192 negara lainnya telah mengadopsi tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). Tujuan SDGs bertujuan mengakhiri kemiskinan global, mengintensifkan upaya berbagi kemakmuran, tapi tetap menjaga kelestarian bumi.

Karenanya, SDGs mendorong semua kegiatan ekonomi memperhatikan tiga hal secara seimbang yaitu manusia, lingkungan dan keuntungan. "Pelaku ekonomi, termasuk usaha raksasa didorong agar mengadopsi konsep ini dalam setiap kegiatan usahanya," ungkap Kiai Ma'ruf.

Ia mengatakan, penerapan ekonomi berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ajaran Islam yang melarang melakukan pengrusakan di bumi (ifsad fil-ardhi), baik kerusakan fisik maupun kerusakan non-fisik. Selain itu, prinsip keberlanjutan (sustainability), kata Kiai Ma'ruf, sesuai dengan maqashid syariah dengan memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, atau memelihara keturunan, dan memelihara harta.

Ia mengatakan, tujuan-tujuan syariat itu sejalan dengan gagasan ekonomi dan pembangunan keberlanjutan. Dengan kata lain, konsep keberlanjutan dalam ekonomi dan pembangunan merupakan konsensus bersama tentang kesejahteraan universal yang sesuai dengan konsep maqashid syariah.

"Jadi sesungguhnya mengimplementasikan ekonomi berkelanjutan sama saja dengan mengimplementasikan ajaran Syariat Islam," ungkap Kiai Ma'ruf.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA