Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Dua Masjid di Jerman Dikirimi Surat Misterius Berisi Ancaman

Ahad 09 Aug 2020 05:55 WIB

Rep: Febryan. A/ Red: Ani Nursalikah

Dua Masjid di Jerman Dikirimi Surat Misterius Berisi Ancaman. Sehitlick Mosque, salah satu masjid Turki di Berlin, Jerman.

Dua Masjid di Jerman Dikirimi Surat Misterius Berisi Ancaman. Sehitlick Mosque, salah satu masjid Turki di Berlin, Jerman.

Foto: Republika/Fernan Rahadi
Muslim di Jerman minta polisi usut pengirim surat ancaman hingga tuntas.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Dua masjid milik komunitas Muslim Turki di Negara Bagian Hesse, Jerman, mendapat surat yang berisikan ancaman kekerasan terhadap umat Islam. Perwakilan komunitas Muslim setempat menduga pengirimnya adalah kelompok neo-Nazi.

Baca Juga

Perwakilan dari kelompok payung bagi Muslim-Turki atau DITIB, Salih Ozkan, mengatakan, surat itu diterima oleh sebuah masjid di kota kecil Fuerth dan masjid di distrik Wahlen pada pekan ini. Isinya berupa ancaman kekerasan terhadap kaum Muslimin. Surat ditandatangani oleh sebuah kelompok yang menamakan diri NSE 2020.

Ozkan, Jumat (7/8), berujar kepada media lokal menduga pengirim surat itu adalah kelompok neo-Nazi. Ia pun meminta polisi melakukan penyelidikan secara serius dan memberikan perlindungan ekstra terhadap masjid.

Melansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, meski ada kemiripan nama, tapi belum diketahui secara pasti apakah surat itu berkaitan dengan kelompok bayangan neo-Nazi yang bernama NSU 2.0. Kelompok NSU 2.0 diketahui telah mengirim ratusan ancaman pembunuhan terhadap Muslim dan imigran terkemuka selama dua tahun terakhir.

Pada Juli, pihak berwenang Jerman menangkap seorang pensiunan polisi dan istrinya karena dicurigai sebagai penulis sekaligus pengirim beberapa surat ancaman tersebut.

Adapun kode NSU 2.0 mengacu pada organisasi teror sayap kanan National Socialist Underground (NSU). Kelompok bayangan NSU diketahui telah menewaskan 10 orang (8 orang Turki, seorang imigran Yunani, dan seorang perwira polisi) selama periode 2000 sampai 2007. Namun kasus itu hingga kini belum terselesaikan.

Sementara itu, baru-baru ini badan intelijen domestik Jerman diketahui memiliki puluhan informan yang menjalin kontak dengan tersangka pembunuhan dari NSU itu. Namun, para pejabat bersikeras, sejak awal mereka tidak mengetahui adanya sel teror dalam NSU dan adanya aksi pembunuhan oleh mereka.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA