Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Bekasi Salurkan 1.888 Sembako untuk Pekerja Terdampak PHK

Ahad 09 Aug 2020 00:31 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Gelombang PHK (ilustrasi)

Gelombang PHK (ilustrasi)

Foto: republika
Bantuan untuk pekerja terdampak didistribusikan secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI --  Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai menyalurkan 1.888 paket sembako bantuan Presiden RI Joko Widodo. Bantuan diberikan kepada buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pekerja lain yang terdampak pandemi COVID-19.

"Bantuan ini sebagai stimulus dalam penanganan COVID-19 di Kota Bekasi sekaligus membantu pekerja kita yang terdampak secara ekonomi," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Sabtu (8/8).

Rahmat mengatakan bantuan untuk buruh itu didistribusikan secara bertahap. Tahap pertama 374 paket sudah tersalurkan di pekan ini.

"Masih ada stok bansos sebanyak 1.514 paket sembako yang siap didistribusikan secepatnya. Saya sudah instruksikan BPBD untuk berkoordinasi dengan Disnaker untuk menyalurkan ribuan paket sembako lainnya terutama bagi warga terkena PHK," katanya.

Rahmat menyebut penerima bantuan itu terdata di database Disnaker. Disnaker sebelumnya sudah menyampaikan permohonan bantuan kepada gugus tugas bagi warga terkena PHK serta pekerja terdampa kpandemi COVID-19.

"Disnaker sudah menyalurkan paket sembako di tahap awal pada 3-5 Agustus kemarin. Selanjutnya akan kembali menyalurkan bantuan serupa melalui asosiasi buruh," ungkapnya.

Bersama asosiasi atau serikat buruh itu Disnaker Kota Bekasi akan membagikan secara langsung paket sembako kepada karyawan terdampak COVID-19 di sejumlah perusahaan tempat mereka bekerja.

Rahmat mengatakan di Kota Bekasi ada ratusan pekerja yang terpaksa diberhentikan perusahaan selama pandemi COVID-19. Kondisi finansial perusahaan yang tidak stabil menjadi alasannya.

Rahmat menginstruksikan Disnaker untuk memverifikasi data penerima agar sinkron antara nama dan alamat penerima sebelum bantuan itu disalurkan. Bagi pekerja terkena PHK yang sudah pindah alamat atau kembali ke kampung halaman, Rahmat meminta serikat pekerja bersama Disnaker melakukan verifikasi ulang serta menelusuri keberadaan mereka agar tetap dapat menerima bantuan langsung ke tangannya.

"Tidak ada bantuan yang mubazir atau sia-sia. Bantuan ini tidak ada yang mubazir karena disalurkan sesuai data pihak serikat yang membantu Disnaker. Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin agar para pekerja kita yang terdampak secara ekonomi dapar terbantu," kata dia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA