Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Ledakan Lebanon, 60 Orang Masih Hilang

Sabtu 08 Aug 2020 19:06 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Teguh Firmansyah

 Tentara Lebanon mencari korban setelah ledakan besar di Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020.

Tentara Lebanon mencari korban setelah ledakan besar di Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020.

Foto: AP/Hassan Ammar
Ledakan di Lebanon menewaskan sedikitnya 154 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBANON -- Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan masih ada lebih dari 60 korban ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon yang dinyatakan hilang. Hingga saat ini, masih terus dilakukan pencarian terhadap para korban tersebut.

"Kami memiliki lebih dari 60 orang yang masih hilang," ujar petugas Kementerian Kesehatan dilansir dari English Alarabiya pada Sabtu (8/8).

Menututnya, ledakan yang terjadi pada Selasa (4/8) lalu menewaskan 154 orang, termasuk di dalamnya 25 orang yang belum teridentifikasi. Sedangkan korban-korban lainnya sebanyak 5.000 orang mengalami luka-luka. Dari banyaknya korban luka tersebut, 120 orang masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Baca Juga

Ledakan di Beirut berasal dari sebuah gudang yang berlokasi di dekat pelabuhan. Menurut Presiden Lebanon Michel Aoun, gudang itu menyimpan 2.750 ton amonium nitrat, bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi pupuk dan bahan peledak.

Menurut sumber-sumber di kementerian kabinet memerintahkan pejabat pelabuhan yang terlibat dalam menyimpan atau menjaga amonium nitrat di gudang sejak 2014 untuk dimasukkan ke dalam tahanan rumah. Kabinet pun telah mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Beirut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA