Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Jangan Senang Dulu, 7 Jenis Biaya Ini Akan Muncul Setelah Membeli Rumah

Sabtu 08 Aug 2020 17:10 WIB

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com

Cermati

Cermati

Karena ternyata kamu harus menyiapkan biaya lagi untuk sederet aktivitas berikut.

Ketika mimpimu untuk segera punya rumah terwujud, kamu pasti merasa senang, bangga, dan terharu. Penantian mu selama ini akhirnya tidak sia-sia karena telah membuahkan hasil seperti yang kamu inginkan.

Tapi, senangnya tidak perlu berlebihan. Karena setelah beli rumah, kamu harus menyiapkan biaya lagi untuk sederet aktivitas berikut. Apa saja kira-kira?

 

1. Biaya Mengecek Sertifikat Rumah

sertifikat rumah

Sertifikat ini wajib hukumnya dalam aktivitas jual-beli rumah, dengan tujuan untuk menghindari terjadinya sengketa tanah di kemudian hari. Dari sertifikat, kamu bisa melihat apakah rumah tersebut benar-benar sudah sah menjadi hak milik pribadi atau masih menjadi hak milik penjual.

Pengecekan dilakukan di kantor-kantor pertanahan di sekitar tempat tinggal. Agar cepat diproses, coba bawa sertifikat asli, KTP, dan bukti pelunasan PBB pada tahun terakhir. Sementara untuk biayanya tergantung, tapi biasanya tidak lebih dari Rp500.000. 

2. Biaya Balik Nama Status Kepemilikan Rumah

biaya balik nama

Rumah yang dibeli tidak serta-merta menjadi hak milik mu sebelum kamu mengurus surat balik nama atas hak bangunan. Untuk rumah yang dibeli dari developer, maka developer akan langsung mengurusnya, jadi kamu tinggal terima bersih saja. Sementara untuk rumah yang dibeli dari orang, kamu harus mengurus balik nama ini secara mandiri. 

Pada umumnya, besar biaya balik nama ini adalah 2% dari nilai transaksi atau harga rumah yang sebenarnya. Semakin mahal total transaksi, maka semakin besar biaya balik nama yang perlu kamu bayar. Misalnya harga rumah Rp1 Miliar, maka biaya balik nama sebesar Rp2 juta.

Baca Juga:  Nyewa Tapi Tetap Nyaman, ini 7 Tips Mencari Rumah Kontrakan Bagi Pasangan Muda

3. Biaya yang Sifatnya Rutin

biaya rutin

Biaya-biaya seperti listrik, air, dan internet merupakan biaya rutin yang akan kamu bayarkan setelah menempati rumah baru. Biaya yang perlu dibayar sangat bergantung pada pemakaian masing-masing. Untuk itu, pakailah daya secara hemat sehingga biaya yang kamu keluarkan untuk biaya rutin tidak membengkak setiap bulan.

Dalam rangka menghemat, kamu bisa memanfaatkan voucher atau cashback dari beberapa situs atau perantara pembayaran online. Walaupun nominal cashback tidak terlalu besar, setidaknya bisa hemat karena kalau dihitung-hitung pasti jumlahnya lumayan juga.

4. Biaya Membeli Furniture

membeli furniture

Menempati rumah baru rasanya kurang afdol bila kalau furniture yang dipakai bekas. Mau tidak mau, harus beli beberapa peralatan baru agar rumah tampak berisi dan enak dilihat. Biaya untuk membeli perabotan tentunya tidak boleh disepelekan, karena harga per barangnya saja bisa mencapai jutaan bahkan belasan juta. Bila perabotan yang dibeli lumayan banyak, kantong pun dipastikan harus siaga untuk membayar.

Agar lebih hemat, coba cari referensi tentang harga dari berbagai merek perabotan di toko online. Lalu, bandingkan dengan harga perabotan yang ada di toko offline dari merek yang sama. Bila harga perabotan online lebih murah dan mendukung pengiriman ke alamat tempat tinggalmu, lebih baik beli online. Di sisi lain, kamu juga bisa hemat waktu dan tenaga.

5. Biaya Asuransi Rumah

asuransi rumah

Bukan hanya diri dan kesehatanmu saja yang perlu diasuransikan, tapi juga rumah yang kamu tempati sekarang. Mengasuransikan rumah dapat mengurangi risiko kerugian yang kamu tanggung bila hal-hal tidak mengenakkan terjadi di kemudian hari.

Misalnya kebakaran, kebanjiran, atau beberapa peristiwa bencana alam yang masuk dalam kebijakan asuransi dari perusahaan. Tanpa asuransi, maka biaya yang kamu keluarkan saat musibah terjadi akan lebih besar.  

Biaya asuransi rumah yang perlu dibayar sangat tergantung pada keuntungan yang kamu dapatkan. Intinya semakin besar premi, maka biaya pertanggungan yang didapatkan juga semakin besar, dan sebaliknya. Kamu hanya perlu menyesuaikan hal ini dengan kebutuhan dan kondisi finansial mu saja.

Baca Juga:  Cara Cerdas Merenovasi Rumah Tanpa Perlu Berutang

6. Biaya untuk Merenovasi Rumah

revonasi rumah

Khusus untuk kamu yang beli rumah bekas, dalam arti yang sudah ditempati orang lain, maka kamu perlu menyiapkan dana untuk mengcover biaya renovasi. Besar kemungkinan rumah telah mengalami berbagai kerusakan.

Khususnya pada bagian seperti genteng, dinding, lantai, dan alat-alat kelistrikan. Untuk total biayanya sendiri tergantung dari level renovasi rumah, apakah itu renovasi kecil, sedang, atau besar.

Agar lebih aman, sebaiknya siapkan dana dalam jumlah besar. Kalau misalnya dana tidak terpakai, setidaknya sisanya bisa kamu tabung, investasikan, atau dialihkan untuk membeli perabotan untuk rumah. Yang pasti, menyiapkan dana yang besar sama sekali tidak rugi, melainkan untung karena kamu bisa bernapas lega kalau ternyata ada perbaikan yang menghabiskan banyak dana.

7. Biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

pajak rumah

Rumah juga akan dikenakan pajak, sama seperti kendaraan yang kamu punya dan penghasilan yang diterima setiap bulan. Biaya PBB yang dibayar sangat tergantung pada luas bangunannya secara keseluruhan. Semakin besar, maka semakin mahal pajak bangunan yang harus dibayarkan kepada kantor perpajakan. 

Biaya ini wajib dibayarkan setiap bulan. Kalau tidak dibayar, maka kamu akan dikenakan denda atau sanksi tegas dari pihak perpajakan. Jadi, bayarkan pajak secara tertib dan jadilah warga negara yang baik.

Persiapkan Uang yang Cukup, Ya!

Ternyata, biaya-biaya yang harus dicover setelah membeli rumah cukup besar, bukan? Tapi tenang, biaya-biaya di atas tidak kamu bayarkan secara rutin, kok. Cuma sekali seumur hidup, apalagi kalau kamu memang tidak ingin membeli rumah baru di kemudian hari. Pastikan kamu menyiapkan uang yang cukup, ya!

Baca Juga:  Langkah dan Proses Beli Rumah Seken dengan KPR

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA