Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

AS Minta Arab Saudi Bebaskan Putra Aljabri

Sabtu 08 Aug 2020 13:45 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Mantan pejabat intelijen Arab Saudi, Saad Al-Jabri (kanan), melaporkan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) atas rencana pembunuhan terhadap dirinya.

Mantan pejabat intelijen Arab Saudi, Saad Al-Jabri (kanan), melaporkan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) atas rencana pembunuhan terhadap dirinya.

Foto: Reuters
AS minta Arab Saudi bebaskan anak-anak mantan pejabat intel Saad Aljabri

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengirim surat kepada Senator Demokrat, Patrick Leahy, yang menyatakan telah meminta Arab Saudi untuk segera membebaskan anak-anak Saad Aljabri. Sosok tersebut merupakan mantan pejabat tinggi Saudi yang mengajukan gugatan terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

"Kami prihatin dengan insiden yang menyebabkan pelarian Aljabri ke Kanada dan penganiayaan terhadap keluarganya tidak dapat diterima," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan dikutip dari Daliy Sabah, Sabtu (8/8).

Gugatan yang diajukan pada 6 Agustus oleh Aljabri adalah upaya terbaru untuk mencoba dan menimbulkan tekanan internasional dan publik pada MBS. Dia harus mengasingkan diri di luar negeri setelah Pangeran Mohammed bin Nayef jatuh dari kekuasaan.

Pangeran Mohammed bin Nayef telah menjadi menteri dalam negeri yang ditakuti kerajaan. Dia merupakan putra mahkota sebelum digulingkan dari garis suksesi dan dilucuti dari kekuasaannya pada 2017 oleh MBS.

Gugatan Aljabri mengklaim bahwa MBS telah menahan dua anaknya di Arab Saudi dalam upaya untuk memaksanya kembali ke kerajaan karena informasi sensitif yang dia ketahui. Dia juga menuduh bahwa upaya MBS untuk membunuhnya berlanjut hingga hari ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, putra Aljabri, Khalid Aljabri, telah berbicara dengan beberapa media AS seperti Washington Post, Wall Street Journal, dan New York Times. Dia menyatakan tentang keadaan ayahnya dan saudara kandungnya yang ditahan, Sarah dan Omar.

"Setelah menghabiskan setiap jalan untuk pemulihan damai, kami tidak punya pilihan lain selain mencari keadilan dan akuntabilitas di pengadilan federal AS," kata Khalid Aljabri dalam pernyataan publik.

Upaya Saudi secara paksa mengembalikan warga negara tertentu yang tinggal di luar negeri mulai menarik perhatian global setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dia dibunuh oleh agen yang bekerja untuk MBS di dalam Konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober 2018.

Meskipun pemerintah Arab Saudi belum secara resmi mengomentari gugatan Aljabri, mereka telah mengeluarkan permintaan ekstradisi dan pemberitahuan Interpol. Pejabat Saudi juga mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa dia dicari karena korupsi yang melibatkan miliaran dolar selama berada di Kementerian Dalam Negeri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA