Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

3 Cara Mengontrol Kebiasaan Ngemil

Sabtu 08 Aug 2020 12:03 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Anak yang kebanyakan ngemil

Anak yang kebanyakan ngemil

Foto: Dailymail
Kebiasaan mengemil yang terlalu sering menyebabkan kenaikan berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengemil merupakan bagian yang sulit dipisahkan dari pola makan kebanyakan orang. Mengemil pada dasarnya baik dilakukan selama dilakukan sesuai porsinya.

Sayangnya, tak semua orang memiliki kebiasaan mengemil yang sehat. Sebagian orang memiliki kebiasaan mengemil yang terlalu sering. Sebagian lain mungkin cenderung memilih makanan seperti junk food atau minuman bersoda sebagai camilan.

Kebiasaan mengemil yang terlalu sering atau pemilihan camilan yang kurang baik tentu dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Kebiasaan seperti ini juga dapat memicu masalah kesehatan di kemudian hari.

Setidaknya ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol kebiasaan mengemil. Berikut ini adalah ketiga cara tersebut, seperti dilansir Insider.

Konsumsi Serat dan Protein Setiap Makan Besar
Pola makan tinggi karbohidrat dan rendah protein serta serat dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan kadar gula darah yang cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa lapar muncul lebih cepat.

Protein dan serat dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Oleh karena itu, upayakan untuk mengonsumsi protein dan serat dalam jumlah yang cukup setiap kali makan besar agar kebiasaan mengemil bisa terknontrol.

Beberapa contoh makanan tinggi protein adalah daging tanpa lemak, telur, ikan, tahu, dan kacang-kacangan. Sedangkan beberapa makanan yang kaya serat adalah gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Gunakan Aplikasi Diary Makanan
Saat ini banyak tersedia aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk mencatat setiap makanan yang dikonsumsi. Aplikasi seperti ini dapat membantu orang-orang mengingat apa saja yang sudah mereka makan dalam satu hari.

"Seringkali kita tak menyadari kapan kita mengemil tanpa berpikir panjang," ujar ahli gizi asal Australia Rebecca Leech PhD.

Aplikasi diary atau tracker makanan juga dapat menyadarkan penggunanya mengenai pola mengemil mereka. Misalnya, pengguna cenderung lebih banyak mengemil ketika merasa stres. Ada beberapa aplikasi diary makanan yang bisa diakses secara gratis seperti HealthyOut dan MyFitnessPal.

Tidur Cukup
Kurang tidur dapat membuat tubuh kesulitan untuk meregulasi hormon-hormon yang bertugas untuk memunculkan perasaan lapar atau kenyang. Oleh karena itu, orang-orang yang kurang tidur akan lebih sulit untuk menolak camilan.

Kurang tidur, meski hanya satu hari, sudah dapat meningkatkan keinginan untuk mengemil. Studi dalam Journal of Sleep Research pada 2008 lalu mengungkapkan bahwa orang-orang yang hanya tidur empat jam di malam hari akan merasa lebih lapar keesokan harinya dibandingkan orang-orang yang mendapatkan cukup tidur.

Ahli merekomendasikan tidur selama 7-9 jam per malam untuk menghindari peningkatan sinyal-sinyal lapar dari tubuh akibat kurang tidur.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA