Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

3 Jenis Camilan Aman Bagi Penyandang Diabetes

Sabtu 08 Aug 2020 00:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Camilan dapat membantu mengontrol kadar gula darah penyandang diabetes selama dikonsumsi dalam jumlah dan jenis yang tepat (Foto: ilustrasi camilan sehat)

Camilan dapat membantu mengontrol kadar gula darah penyandang diabetes selama dikonsumsi dalam jumlah dan jenis yang tepat (Foto: ilustrasi camilan sehat)

Foto: Pixabay
Camilan bisa bantu kontrol kadar gula darah bila dikonsumsi dengan tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Camilan dapat membantu mengontrol kadar gula darah penyandang diabetes selama dikonsumsi dalam jumlah dan jenis yang tepat. Salah memilih camilan dapat memberi dampak negatif bagi pengelolaan kadar gula darah penyandang diabetes.

Kunci utama dalam mengontrol kadar gula darah adalah penerapan pola makan yang seimbang. Asupan karbohidrat perlu diseimbangkan dengan asupan zat gizi lain, seperti protein, serat, dan lemak sehat, sesuai dengan kebutuhan.

Penyandang diabetes disarankan untuk memilih camilan yang rendah karbohidrat dan tinggi akan protein, serat, dan lemak sehat. Berikut ini adalah tiga jenis camilan yang baik untuk penyandang diabetes, seperti dilansir Insider, Sabtu (8/8).

Baca Juga

Camilan Tinggi Protein
Mengonsumsi camilan tinggi protein tidak menyebabkan kenaikan yang tajam pada kadar gula darah. Ahli gizi Amy Stephen MS RDN CDE mengatakan camilan tinggi protein tak membutuhkan banyak insulin untuk dicerna.

Beberapa camilan tinggi protein, seperti beberapa protein bar tak hanya tinggi protein tetapi juga karbohidrat. Mengonsumsi camilan tinggi protein yang juga tinggi karbohidrat tetap akan menyebabkan kenaikan tajam pada kadar gula darah penyandang diabetes.

Stephen memberikan beberapa contoh camilan tinggi protein yang aman untuk penyandang diabetes. Contoh camilan tersebut adalah segenggam kacang almond, beberapa iris dada kalkun, dua telur rebus matang sempurna, dan protein shake yang dibuat dengan susu almond.

Meski camilan tinggi protein baik untuk penyandang diabetes, konsumsi berlebih tetap tidak disarankan. Asupan protein yang melebihi kebutuhan tubuh akan membuat kelebihan protein disimpan menjadi lemak. Kelebihan asupan protein juga dapat membuat kadar gula darah menjadi tinggi bila tubuh melepas gula-gula yang tersimpan sebagai respon terhadap hormon tertentu.

Kebutuhan protein dalam satu hari akan sangat dipengaruhi oleh usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Secara umum, Joslin Diabetes Center merekomendasikan 20-30 persen dari total kebutuhan kalori harian berasal dari protein. Cara lain yang lebih sederhana untuk menghitung kebutuhan kalori bagi penyandang diabetes adalah mengalikan 1 gram protein dengan 1 kg berat badan.

photo
Penyakit Diabetes - (Blue Diamond Gallery)

Camilan Tinggi Serat
Makanan yang tinggi serat akan dicerna dengan lebih lambat. Hal ini dapat mencegah terjadinya lonjakan kadar gula darah sesaat setelah makanan tersebut dikonsumsi.

Studi dalam Experimental and Therapeutic Medicine Journal pada 2016 juga menunjukkan bahwa penyandang diabetes tipe 2 yang rutin mengonsumsi serat memiliki kadar gula darah yang lebih baik. Penyandang diabetes disarankan mengonsumsi minimal 20-35 gram serat per hari, dan idealnya 50 gram per hari.

"Serat juga dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama," pungkas Stephens.

Beberapa contoh camilan tinggi serat yang direkomendasikan Stephens adalah satu cangkir chickpea panggang, satu cangkir kacang edamame, satu porsi sajian multigrain cracker dengan selai kacang, dan satu lembar roti gandum utuh dengan dua sendok makan selai kacang.

Camilan dengan Lemak Sehat
Makanan yang mengandung lemak sehat baik pula untuk dikonsumsi penyandang diabetes. Makanan yang mengandung lemak sehat juga cenderung dicerna dengan lebih lama sehingga tidak menyebabkan peningkatan tajam pada kadar gula darah.

Seperti halnya protein, tubuh juga tidak mengubah lemak menjadi glukosa untuk energi. Molekul lemak biasanya akan dipecah dan langsung digunakan sebagai energi, atau akan emlalui proses gluconeogenesis yang mengubah lemak menjadi glukosa dalam jangka waktu yang panjang.

Lemak sehat juga dapat membantu mengontrol berat badan. Alasannya, asupan lemak sehat dapat memberikan rasa kenyang yang bertahan lebih lama.

Stephens memberikan beberapa rekomendasi makanan dengan lemak sehat untuk penyandang diabetes. Beberapa rekomendasinya adalah satu buah alpukat dengan telur, satu cangkir biji bunga matahari, dua sendok makan selai kacang dengan seledri, dan segenggam kacang almond.

Untuk penyandang diabetes, 30-35 persen dari total kalori harian disarankan berasal dari lemak sehat. Hindari asupan makanan yang tinggi akan lemak trans atau lemak jenuh.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA