Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Tidur Berlebihan tak Baik Bagi Kesehatan

Sabtu 08 Aug 2020 00:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Tidur berlebihan menjadi pertanda buruk bagi tubuh (Foto: ilustrasi tidur)

Tidur berlebihan menjadi pertanda buruk bagi tubuh (Foto: ilustrasi tidur)

Foto: Piqsels
Tidur berlebihan menjadi pertanda buruk bagi tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istirahat dan tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, karenanya kita disarankan untuk tidur cukup sekitar tujuh hingga delapan jam setiap harinya. Tetapi hati-hati, terlalu banyak tidur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Menurut Vsevolod Polotsky, seorang profesor kedokteran di Johns Hopkins Medicine, tidur berlebih mungkin bisa menjadi pertanda sesuatu yang buruk, atau menyebabkan sesuatu yang buruk.

“Kami tidak tahu persis penyebab dan akibatnya. Mungkin jika tidur terlalu banyak maka itu bekerja sebaliknya. Seperti ketika Anda sakit, Anda lebih banyak waktu tidur,” kata Polotsky seperti dikutip dari laman The Ladders, Sabtu (8/8).

Tidur berlebihan berarti tidur secara teratur melebihi 7 atau 8 jam yang dibutuhkan kebanyakan orang dewasa. Gejala tidur berlebihan lainnya adalah mengalami kesulitan bangun di pagi hari, sulit beranjak dari tempat tidur, kelelahan konstan atau grogi dan kesulitan berkonsentrasi. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa risiko tidur berlebih.

Baca Juga

Tidur berlebihan sebabkan kesehatan memburuk
Laporan dari Sleep Foundation menunjukkan bahwa tidur berlebihan dapat memperlambat metabolisme. Pria yang terlalu banyak tidur, lebih 10 jam, cenderung memiliki lebih banyak lemak di perut dan trigliserida yang lebih tinggi, kombinasi yang buruk seiring dengan penuaan.

Tidur berlebihan dapat menyebabkan perubahan perilaku dan kelesuan yang terkait dengan diabetes, penyakit jantung, dan masalah dengan mengingat. Terlalu banyak istirahat juga menyebabkan kita menjadi grogi atau tidak termotivasi, dan karenanya kurang bahagia dengan hidup kita.

photo
Tidur (ilustrasi). - (www.freepik.com)

Tidur berlebih menjadi "alarm" untuk kesehatan
Jika Anda sepertinya tidak bisa bangun atau menghabiskan banyak waktu di tempat tidur, mungkin saatnya untuk pergi ke dokter dan bertanya yang menyebabkan itu semua. Tanyakan apakah itu kondisi neurologis, mental, atau bahkan fisik.

Tidur berlebih bisa menjadi tanda gangguan tidur. Ini sering terjadi pada orang di atas 40 tahun, dan penyebabnya, karena tidak bisa bernapas dengan benar, menyebabkan kelelahan sepanjang hari bagi banyak orang. Lalu di kemudian hari, kita mungkin merasa perlu untuk tidur siang atau tidur lebih awal untuk mengejar ketertinggalan saat kita kehilangan waktu.

Depresi berat juga terkait dengan tidur berlebihan. Ketika depresi tidak ditangani oleh dokter atau profesional, hal itu dapat menyebabkan terlalu banyak tidur dan bahkan mengurangi kemampuan untuk membuat keputusan. Tidur berlebihan juga terkait dengan manik-depresi, depresi-kecemasan, dan kondisi lain yang seringkali membutuhkan pengobatan dan terapi untuk ditangani.

Alami gangguan tidur berlebih
Hipersomnia adalah istilah umum untuk sejumlah gangguan tidur yang dapat dialami seseorang, termasuk kondisi yang dikenal sebagai Narkolepsi. Menurut Hypersomnia Foundation, ada dua jenis narkolepsi dan keduanya bisa menyebabkan kita merasa lelah di siang hari atau butuh banyak istirahat.

Untuk memerangi tidur berlebihan, ada beberapa tip yang bisa dilakukan antara lain dengan tidak membawa laptop, gawai atau jam tangan pintar ke kasur. Usahakan juga tidak melihat layar setidaknya setengah jam sebelum waktu tidur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA