Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Sarri: Juventus Bakal Tampil Beda Vs Lyon

Jumat 07 Aug 2020 08:16 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Juventus Maurizio Sarri

Pelatih Juventus Maurizio Sarri

Foto: APLaurent Cipriani
Sarri meminta Juve kembali fokus ke lapangan dan melupakan euforia di liga domestik.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Petualangan Juventus pada ajang Serie A Liga Italia musim 2019/2020 berbuah manis. Juve mempertahankan tradisi juara.

Pasukan hitam-putih meraih scudetto dalam sembilan musim beruntun. Skuat Bianconeri kian tak tersentuh. Tapi itu di level domestik.

Si Nyonya Tua masih penasaran di kompetisi Eropa. Pasalnya dalam lima tahun terakhir, dua kali Gianluigi Buffon dkk berstatus finalis Liga Champions. Apa daya, jawara Serie A itu tetap gagal menambah koleksi trofi si kuping lebar.

Kini kesempatan untuk berjaya di Eropa kembali terbuka. Tapi Juve harus melewati adangan Olympique Lyon terlebih dahulu. Bianconeri akan menjamu Lyon pada leg kedua babak 16 besar kompetisi terelite Benua Biru. Duel tersebut berlangsung di Stadion Allianz, Turin, Sabtu (8/8) dini hari WIB.

Pelatih tuan rumah, Maurizio Sarri, meminta pasukannya kembali fokus ke lapangan. Lupakan euforia di liga domestik. Tugas berat menanti Paulo Dybala dkk. Pasalnya, pada leg pertama di Prancis, Juve kalah 0-1.

"Sedikit rasa takut mungkin bermanfaat bagi kami. Ini laga dengan sebuah konsekuensi nyata. Saya yakin kami bakal menunjukkan sikap yang sama sekali berbeda dengan yang terlihat di beberapa laga terakhir," kata Sarri kepada Sky dikutip dari Football Italia, Kamis (6/8).

Setelah memastikan diri menjadi jawara Serie A musim ini, Juventus kalah dalam dua partai terakhir. Sarri menyimpan sejumlah pemain intinya. Terutama pada laga pamungkas kontra AS Roma. Sehingga ia optimistis, timnya bakal tampil beda kontra Lyon. Keyakinan tersebut bukan berarti jemawa.

Sarri bahkan memuji kondisi fisik kubu tamu, kendati tak banyak bermain pasca-Ligue 1 Prancis dihentikan secara prematur. "Saya menyaksikan nyaris sepanjang pertandingan Lyon melawan PSG. Saya terkejut melihat tingkat kebugaran mereka. Saya tidak tahu apakah kami dalam kondisi yang lebih baik, atau justru mereka," ujar dia.

Sarri merasa berada dalam situasi anomali. Juve dinilai memiliki keuntungan lantaran masih bermain secara kompetitif sebelum laga ini. Tapi, fakta bahwa jadwal Serie A sangat padat berpotensi menjadi bumerang untuk si Nyonya Tua.

Beralih ke kubu Lyon. Tim tersebut baru saja menahan imbang Paris Saint-Germain (PSG) pada final Piala Liga Prancis. Hasil 0-0 bertahan sepanjang 120 menit. Di sesi adu penalti, Les Gones takluk 5-6. Itu satu-satunya laga kompetitif skuat polesan Rudi Garcia dalam empat bulan terakhir.

Namun bukan berarti Lyon sama sekali tak menjalani uji coba. Sebelum jumpa PSG, pemilik Goupama Stadium sudah bertanding di lima partai persahabatan. Sehingga bukan sesuatu yang aneh jika para penggawa Lyon tetap dalam keadaan bugar.

Garcia bahkan siap menginstrusikan pasukannya tampil efektif di markas Juve. "Kami harus lebih baik saat menyerang sehingga bisa mencetak gol di Turin," tegas arsitek tim berusia 56 tahun itu, dikutip dari laman resmi klubnya.

Terakhir kali Lyon bertandang ke Turin pada 2016 silam. Kala itu, skor berkesudahan imbang 1-1. Lyon kini berupaya keras menggagalkan tuan rumah meraih kemenangan di pertemuan Sabtu nanti. Keunggulan 1-0 pada leg pertama menjadi modal berharga bagi Les Gones.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA