Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Pandemi Kian Berpengaruh Terhadap Harga Kopi Vietnam

Jumat 07 Aug 2020 00:25 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nora Azizah

Harga kopi Vietnam hanya naik tipis pada pekan ini akibat pandemi (Foto: ilustrasi kopi)

Harga kopi Vietnam hanya naik tipis pada pekan ini akibat pandemi (Foto: ilustrasi kopi)

Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Harga kopi Vietnam hanya naik tipis pada pekan ini akibat pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Pandemi kian mempengaruhi harga kopi, salah satunya kopi Vietnam. Saat ini, harga kopi Vietnam naik tipis pekan ini. Pasalnya, sebagian wilayah penghasil kopi tetap diisolasi untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Para petani di Dataran Tinggi Tengah, daerah penghasil kopi terbesar di Vietnam, menjual kopi COFVN-DAK dengan harga 33.000-33.500 dong (Rp 20.790- 21.105) per kg. Sebelumnya, kopi dijual seharga 33.000-33.200 dong.

"Harga domestik naik seperti yang diantisipasi, sebagian karena kekhawatiran akan virus, dan karena stok yang rendah," kata salah satu pedagang yang berbasis di daerah penghasil kopi tersebut, dilansir di Reuters, Kamis (6/8).

Musim panen 2019/2020 akan berakhir pada September. Para pedagang mengatakan, pohon kopi tumbuh dengan baik dan biji baru akan tiba pada November.

Pedagang di Vietnam menawarkan 5 persen robusta black dan broken kelas 2 COFVN-G25-SAI dengan harga premium 70 dolar AS (Rp 1,02 juta) per ton untuk kontrak November. Preminya adalah 130 dolar AS (Rp 1,9 juta) per ton untuk kontrak September.

Kopi robusta November LRCc2 turun 24 dolar AS, atau 2 persen pada 1.362 dolar AS per ton pada hari Rabu. Di provinsi Lampung Indonesia, biji robusta Sumatera ditawarkan dengan premi 180- 190 dolar AS (Rp 2,63 juta - 2,78 juta) untuk kontrak September, turun dari premi 240 dolar AS (Rp 3,5 juta pada pekan lalu).

"Itu karena pasokan biji kopi berlimpah minggu ini karena panen mencapai puncaknya," kata seorang pedagang di Lampung.

Ia menambahkan bahwa periode panen diperkirakan akan berlangsung hingga sekitar akhir September. Indonesia mengekspor 15.912,3 ton biji kopi robusta pada bulan Juli dari provinsi Lampung, menurut data kantor perdagangan setempat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER