Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Bio Farma Gandeng MUI Kaji Kehalalan Vaksin Covid-19 

Kamis 06 Aug 2020 17:39 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir. Bio Farma juga sudah melakukan komunikasi dengan Komisi Fatwa MUI dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk mengkaji bersama vaksin Covid-19 dari sisi kehalalan.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir. Bio Farma juga sudah melakukan komunikasi dengan Komisi Fatwa MUI dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk mengkaji bersama vaksin Covid-19 dari sisi kehalalan.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Bio Farma mengutamakan penggunaan bahan-bahan yang non-animal origin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Uji Klinis Fase 3 calon vaksin Covid-19 segera dilaksanakan pada pertengahan Agustus 2020. Bio Farma sudah mengontak MUI untuk mengkaji aspek kehalalan vaksin tersebut.

Menurut Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, produksi vaksin akan dimulai setelah tahapan uji klinis selesai. Target yang dibidik Bio Farma pada Januari 2021.

Honesti mengatakan, selain untuk mendapatkan izin edar dari BPOM, Bio Farma juga sudah melakukan komunikasi dengan Komisi Fatwa MUI dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk mengkaji bersama vaksin Covid-19 dari sisi kehalalan. Kerja sama ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen  dan perhatian Bio Farma pada produksi vaksin halal.

"Kami concern terhadap aspek kehalalan ini sehingga dalam riset dan pengembangan vaksin akan mengutamakan penggunaan bahan-bahan yang non-animal origin," ujar Honesti di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8).

Bio Farma, kata dia, saat ini sudah siap dengan kapasitas produksi untuk vaksin Covid-19 sebanyak 100 juta dosis. Serta, sedang menyiapkan fasilitas produksi tambahan dengan kapasitas sebesar 150 juta dosis yang akan selesai pada Desember 2020 seiring dengan selesainya pembangunan gedung produksi vaksin baru.

"Sehingga pada awal 2021, kapasitas produksi Bio Farma untuk vaksin Covid-19 bisa 250 juta dosis dalam setahun," kata Honesti.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA