Kamis 06 Aug 2020 17:34 WIB

Kabaharkam: Kalau Bagus, Ngapain Beli Produk Luar Negeri?

Kabaharkam mengunjungi dua pabrik produsen perlengkapan Polri di kawasan Batujajar.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mencoba rompi antipeluru yang dibuat pabrikan di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (6/8).
Foto: Istimewa/Kabaharkam Polri
Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mencoba rompi antipeluru yang dibuat pabrikan di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (6/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, mendorong alat material khusus (almatsus) Polri dipenuhi oleh industri di dalam negeri kalau memang berkualitas baik. Kabaharkam Polri menyinggung hal ini saat mengunjungi PT Bali Mukti Shoe Factory dan PT Farin Industri Nusantara di Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (6/8).

Komjen Agus menjelaskan, kunjungan bersama pejabat utama Baharkam itu dilakukan untuk memastikan perlengkapan dan peralatan Polri yang dipesan melalui PT Bali Mukti Shoe dan PT Farin kualitasnya benar-benar berkualitas baik. Menurutnya, bilamana produk untuk perlengkapan Polri yang dibuat di dalam negeri berkualitas bagus, tidak perlu memesan dari luar negeri.

"Kami bersama pejabat utama Baharkam datang ke pabrik dalam negeri untuk mengecek pesanan sepatu almatsus Korsabhara Polri. Bila produk dalam negeri lebih baik secara kualitas daripada produk luar negeri, kalau bagus, ngapain beli produk luar negeri? Dan kita akan dorong terus agar kualitasnya semakin membaik," kata Komjen Pol Agus Andrianto dalam keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Kamis (6/8).

Selaku Kaopspus Aman Nusa II, Komjen Pol Agus Andrianto juga melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di PT Bali Mukti Shoe Factory dan PT Farin. "Alhamdulilah, semua pegawai menggunakan masker, face shield, atur jarak, dan sudah lengkap dengan cuci tangan. Gaji sesuai dengan UMR dan sampai tidak ada yang di-PHK. Ekspor memang menurun, tapi pesanan dalam negeri meningkat. Hal ini membuktikan bahwa instruksi Bapak Presiden sudah dijalankan," ungkap Komjen Pol Agus Andrianto.

photo
Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengecek tameng yang dibuat pabrikan di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (6/8). - (Istimewa/Kabaharkam Polri)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan secara tegas kepada pimpinan kementerian/lembaga melakukan kerja luar biasa (extraordinary atau tidak linier) serta memiliki sense of crisis agar ekonomi Indonesia tidak terkapar dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Untuk itu, sebagai salah satu bentuk upaya penguatan konsumsi dalam negeri, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memerintahkan jajaran kepolisian untuk mengutamakan produk dalam negeri untuk pengadaan barang atau jasa.

"Bapak Kapolri telah memerintahkan penggunaan produksi dalam negeri untuk keperluan Almatsus Polri sebagai bentuk apresiasi dan dukung produksi dalam negeri untuk keselamatan dan kemajuan bangsa dan negara. Kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri," kata Komjen Agus.

"Jika konsumsi dalam negeri bisa terjaga, serta masyarakat tetap produktif dan aman Covid-19, maka perekonomian nasional dapat terus digerakkan," imbuhnya.

photo
Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengecek sepatu yang dibuat pabrikan di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (6/8). - (Istimewa/Kabaharkam Polri)

Dalam kesempatan yang sama, Komjen Agus juga mengecek lokasi pemanfaatan lahan kurang produktif untuk gerakan ketahanan pangan TNI-Polri di Subang, Jawa Barat. "Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengatakan akan terjadi kelangkaan pangan bila negara di dunia tidak siap untuk antisipasi masalah pangan, sehingga Indonesia menyiapkan untuk ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang kurang produktif menjadi produktif," terang Agus.

Di lahan tersebut tersedia tanah seluas 66 hektare yang dibagi menjadi dua blok: Blok Pakis seluas 44 hektare dan Blok Kepuh 26 hektare. Sebagian besar lahan ditanami jagung yang dapat dipanen setiap empat bulan sekali. "Untuk 44 hektare di Blok Pakis sudah siap panen pada Selasa, 11 Agustus 2020, nanti," ungkap Agus.

Gerakan ketahanan pangan tersebut digagas oleh personel TNI-Polri yang bekerja sama dengan BUMN yang bergerak di bidang pangan, PT Sang Hyang Seri (Persero).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement