Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Pejabat Selain Emil Dipersilakan Jadi Relawan Uji Vaksin

Kamis 06 Aug 2020 17:00 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas medis menunjukkan vaksin Covid-19 saat simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin Covid-19 yang dimulai pada Selasa (11/8) di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika

Petugas medis menunjukkan vaksin Covid-19 saat simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin Covid-19 yang dimulai pada Selasa (11/8) di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ridwan Kamil telah menyatakan siap menjadi relawan uji vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Kusnandi Rusmil mempersilakan apa bila ada pejabat atau kepala daerah yang ingin menjadi relawan uji vaksin tersebut. Diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil telah menyatakan siap menjadi relawan.

"Beliau Gubernur dan Wali Kota semuanya siap menjadi relawan, itu sih boleh-boleh saja, asal nanti diperiksa dulu sehat atau enggak beliau gitu," kata Kusnandi di Fakultas Kedokteran Unpad, Jalan Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8).

Pada beberapa waktu lalu, pihaknya memang telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, baik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Kota Bandung. Saat itu, menurutnya pada dasarnya mereka siap mendukung pelaksanaan uji klinis vaksin tersebut.

"Saya diundang untuk memberikan keterangan ini ya, jadi mereka pada siap sebetulnya semuanya akan membantu," katanya.

Namun yang jelas, menurutnya relawan uji vaksin itu hanya bisa dilakukan oleh calon relawan yang berada di wilayah Kota Bandung. Karena, kata dia, tim riset akan kesulitan mengawasi apabila ada relawan dari luar Bandung.

Baca Juga



Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) sekaligus Gubernur Jabar M Ridwan Kamil mengatakan dirinya dan para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar siap menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China.

"Kami para pimpinan sedang merumuskan, jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi, maka saya dan Forkopimda akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin (Covid-19)," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (3/8).

Menurut Emil, inisiatif pimpinan di Jabar ini akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan menambah keyakinan bahwa uji vaksin yang dilakukan oleh BUMN PT Bio Farma akan berjalan dengan lancar. Selain itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga mengaku tidak keberatan apabila dirinya diminta untuk menjadi relawan uji vaksin itu untuk memberi contoh kepada masyarakat.

"Ini kan uji klinisnya sudah tahap ketiga ya, tahap satu dan dua udah di China, ini halal dan juga tingkat keamanannya Insya Allah (terjamin)," kata Yana di Bandung, Rabu (5/8).

Nantinya, riset uji klinis vaksin akan berlangsung cukup lama. Para relawan akan mendatangi tempat uji klinis sebanyak lima kali, terhitung sejak pemberian edukasi awal terhadap para relawan.

Pelaksanaan uji klinis vaksin itu akan berlangsung mulai 11 Agustus 2020 di enam lokasi di Kota Bandung, di antaranya yakni Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Dago.

photo
Vaksin Covid-19 - (Republika)

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA