Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Beirut Lebanon, Jejak Bangsa Funisia yang Diabadikan Alquran

Kamis 06 Aug 2020 16:25 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Peradaban Funisia di Beirut Lebanon berasal dari Kaum Ad.Suasana ibu kota Lebanon, Beirut

Peradaban Funisia di Beirut Lebanon berasal dari Kaum Ad.Suasana ibu kota Lebanon, Beirut

Foto: wikipedia
Peradaban Funisia di Beirut Lebanon berasal dari Kaum Ad.

REPUBLIKA.CO.ID, Beirut, ibu kota Lebanon kini adalah satu kota terkemuka dalam sejarah peradaban manusia. Nama kota yang terletak di tepian Laut Tengah itu tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud. Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith Al-Nabawi, Beirut terletak di bekas reruntuhan peradaban Finiqiyah.  

Baca Juga

Finiqiyah atau Phunicia atau Punisia adalah sebuah peradaban yang menjalankan praktik penyaliban. Menurut Bible Encyclopedia, peradaban itu berasal dari kabilah (kaum) 'Ad, kaum terkuat ras Semit, penghuni asli Arabia yang menguasai padang pasir luas Arabia Tenggara dari pantai teluk Parsi sampai perbatasan Irak.  

Alquran menyebut daerah yang dikuasai kaum 'Ad dengan nama al-Ahqaf (bukit-bukit pasir). Nama daerah itu juga dijadikan nama surat ke-46, yakni al-Ahqaf. Allah SWT berfiman: 

وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالْأَحْقَافِ

"Dan ingatlah Hud saudara kaum 'Ad, yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir… (QS al-Ahqaf [46]:21).

Kaum 'Ad  sangat besar kepala. Mereka merasa menjadi kaum yang superior sehingga berani menantang Nabi Hud AS. Kaum 'Ad berkata, "Siapakah yang lebih unggul dari kami dalam kekuatan?" Maka, mereka dihancurkan Allah dengan angin kencang dan dingin selama tujuh malam delapan hari secara terus-menerus. Hingga akhirnya mereka musnah.

Azab yang dijatuhkan kepada Kaum 'Ad itu terekam dalam surah al-Haqqah [69] ayat 6 dan 7. Allah SWT berfirman: 

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

"Sedangkan Kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus, maka kamu melihat Kaum 'Ad waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk)."

Sebelum azab itu diturunkan, Nabi Hud AS beserta semua pengikutnya yang beriman hijrah ke Hijaz (Arab Saudi). Sejarah mengenal umat Nabi Hud AS itu sebagai bangsa Finiqiy, atau al-'Ibriyyah al-Qadimah.

Kata 'Ibriyyah berasal dari 'Ain, Ba, Ra, 'Abara artinya "menyeberang". Orang Mesir Kuno menamakan bangsa 'Ibriyah itu dengan nama Khabiru. Mereka mendirikan kerajaan-kerajaan di Babilonia, di Kan'an, mendirikan Kerajaan Maritin, seperti Carthago, menguasai Laut tengah, kemudian ke Mesir mendirikan Dinasti Hyksos setelah menundukkan Dinasti Firaun.

 

 

 

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA