Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Michelle Obama Alami Depresi karena Pandemi

Kamis 06 Aug 2020 08:46 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Michelle Obama mengalami depresi ringan, dan pandemi menjadi salah satu pemicunya (Foto: Michelle Obama)

Michelle Obama mengalami depresi ringan, dan pandemi menjadi salah satu pemicunya (Foto: Michelle Obama)

Foto: AP
Michelle mengalami depresi ringan, dan pandemi menjadi salah satu pemicunya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama mengalami masalah tidur belakangan ini. Dia kerap terbangun pada tengah malam karena merasakan kekhawatiran atau perasaaan yang berat.

"Saya tahu saya sedang mengalami suatu bentuk depresi yang ringan," ujar Michelle, seperti dilansir BBC, Kamis (6/8).

Michelle mengatakan, kondisi Pandemi Covid-19 menjadi salah satu pemicu depresi ringan yang dia alami. Selain pandemi, Michelle menilai pemerintahan Donald Trump saat ini turut mempengaruhi depresi ringannya.

"Melihat kemunafikan pada (pemerintahan Trump) itu mengecewakan," tambah Michelle.

Tak hanya itu, isu rasial yang sedang membuncah di Amerika Serikat juga menambah beban pikirannya. Michelle seringkali terbangun di malam hari karena cerita-cerita mengenai perlakuan yang sangat tidak adil pada orang berkulit hitam.

"Itu membawa beban yang tak pernah saya rasakan di dalam hidup saya, untuk beberapa waktu," jelas Michelle.

Pandemi Covid-19 mungkin bukan sesuatu yang mudah untuk dilalui bagi sebagian orang. Depresi mungkin saja terjadi di masa-masa seperti ini.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk membantu diri sendiri ketika mengalami gejala-gejala depresi. Seperti dilansir Help Guide, salah satu cara coping pada depresi adalah membicarakannya dengan orang lain, seperti teman atau orang terdekat.

Melakukan hal-hal yang dapat memberikan perasaan positif dan merelaksasi juga dapat membantu orang yang mengalami depresi. Salah satunya dengan cara melakukan hobi yang dulu disukai.

Saat mengalami depresi, olahraga selama 30 menit per hari juga dinilai dapat membantu. Tak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat dalam satu waktu. Olahraga ini bisa dimulai degan hal-hal yang ringan seperti berjalan kaki. Berjalan kaki 10 menit saja diketahui dapat memperbaiki suasana hati selama dua jam.

Pola makan yang sehat dan seimbang juga dapat membantu seseorang yang mengalai depresi. Selain menyantap makanan yang sehat dan seimbang, kurangi asupan makanan yang dapat mempengaruhi otak dan suasana hati seperti kafein, alkohol, lemak trans, dan makanan dengan pengawet yang tinggi.

Mendapatkan paparan sinar matahari juga baik dalam meningkatkan kadar serotonin dan memperbaiki suasana hati. Upayakan untuk mendapatkan paparan sinar matahari minimal 15 menit di pagi hari.

Bila perasaan depresi terasa semakin buruk, hubungi tenaga profesional. Tenaga profesional dapat membantu orang yang depresi untuk mendapatkan terapi yang tepat. Mencari pertolongan tenaga profesional bukanlah tanda kelemahan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA