Rabu 05 Aug 2020 23:32 WIB

Satu Pasien Covid-19 di Ambon Meninggal

Pasien meninggal setelah tiga hari jalani masa perawatan di rumah sakit.

Virus corona  (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Satu lagi pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berinisial NP (53) meninggal dunia di RSUD dr. M. Haulussy, Kota Ambon, Maluku, Rabu (5/8). Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Maluku, Kasrul Selang dikonfirmasi di Ambon, Rabu, membenarkan pasien perempuan dengan nomor kasus 1.145 asal Kota Ambon tersebut meninggal sekitar pukul 12.40 WIT.

"Almarhumah dirujuk ke RSUD Haulussy pada 2 Agustus 2020 dengan keluhan penyakit sesak nafas dan batuk yang menjurus terinfeksi pandemi tersebut, sehingga langsung ditangani sesuai protap pasien Covid-19," ujarnya.

Baca Juga

Tim Dokter RSUD Haulussy kemudian melakukan tes usap (swap) dan hasilnya dinyatakan posisif. Pasien dipindahkan ke ruang isolasi COVID-19 untuk perawatan lanjutan.

Namun selang tiga hari ditangani, kondisi alhamhumah semakin memburuk dan akhirnya meninggal di ruang isolasi Covid-19 RSUD Haullusy pada Rabu siang.

Kasrul yang juga Sekda Maluku menyatakan, keluarga korban mengikhlaskan proses penanganan hingga pemakaman jenazah almarhumah NP sesuai standar operasi prosedur (SOP) Covid-19.

"Bahkan anggota keluarga bersama tokoh agama dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku ikut mendampingi, mulai proses kremasi di ruang jenasah RSUD hingga pemakaman di TPU COVID-19 di Desa Hunuth, kecamatan Baguala, Kota Ambon, sekitar pukul 17.40 WIT," katanya.

Kasrul menambahkan, hingga Rabu malam tercatat 24 orang penderita Covid-19 di Maluku dinyatakan meninggal, dari total kasus positif sebanyak 1.175 orang.

Dari 1.175 kasus terpapar Corona, tercatat 383 orang dalam perawatan, sedangkan 768 pasien dinyatakan sembuh.

Kota Ambon tetap tercatat sebagai daerah terbanyak kasus positif Covid-19 yakni 258 orang. Kemudian diikuti Maluku Tengah 58 kasus, Maluku Tenggara (22), Kota Tual (21 kasus), Kabupaten Seram Bagian Timur (15), Pulau Buru lima kasus serta Seram Bagian Barat (SBB) empat kasus.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement