Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Bea Cukai Magelang Kawal Ekspor Sepatu Berskala Besar

Rabu 05 Aug 2020 21:50 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Kepala Kantor Bea Cukai Magelang, Heru Prayitno, mengawal langsung ekspor perdana 20.760 pasang sepatu merek Converse dalam 2 kontainer dengan nilai ekspor mencapai 168.363,60 dolar AS atau senilai Rp 2,45 miliar (kurs dolar AS per 29/7) oleh PT Shoenary Javanesia INC di Kabupaten Temanggung pada Selasa (28/7).

Kepala Kantor Bea Cukai Magelang, Heru Prayitno, mengawal langsung ekspor perdana 20.760 pasang sepatu merek Converse dalam 2 kontainer dengan nilai ekspor mencapai 168.363,60 dolar AS atau senilai Rp 2,45 miliar (kurs dolar AS per 29/7) oleh PT Shoenary Javanesia INC di Kabupaten Temanggung pada Selasa (28/7).

Foto: Bea Cukai
Bea Cukai memberikan kemudahan pelayanan khususnya kegiatan ekspor

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Dalam mengembangkan sektor industri dalam negeri, mendukung investasi dan menambah devisa, serta memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, Bea Cukai gencar dalam memberikan kemudahan pelayanan dan pelaksanaan kegiatan ekspor.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Magelang, Heru Prayitno, mengawal langsung ekspor perdana 20.760 pasang sepatu merek Converse dalam 2 kontainer dengan nilai ekspor mencapai 168.363,60 dolar AS atau senilai Rp 2,45 miliar (kurs dolar AS per 29/7) oleh PT Shoenary Javanesia INC di Kabupaten Temanggung pada Selasa (28/7).

PT Shoenary Javanesia INC merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Korea yang masih satu group dengan PT KMK Global Sport di Tangerang dan PT Selalu Cinta Indonesia di Salatiga. “Perusahaan ini merupakan penerima fasilitas fiskal berupa kawasan berikat yang memproduksi sepatu. Dari 20.760 pasang sepatu merek Converse yang diekspor tersebut, semuanya akan dikirim dengan tujuan Itochu Corporation Toksw, Tokyo, Jepang,” ungkap Heru.

Heru menambahkan bahwa PT SJI ini telah menyerap sebanyak 1.937 pekerja yang 99 persen nya merupakan warga lokal daerah sekitar. “Ditargetkan hingga 2023, perusahaan ini akan menyerap 5.000 tenaga kerja lokal.”

"Kami berharap dengan diberikannya kemudahan operasional dari 45 perizinan dipangkas menjadi 3 perizinan bagi perusahaan kawasan berikat ini dapat membantu mengembangkan perusahaan dalam produksinya sehingga dapat menggairahkan dunia usaha dan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi nasional serta kesejahteraan bagi masyarakat."

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA