Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Persediaan Gandum Lebanon tak Cukup untuk Sebulan

Kamis 06 Aug 2020 04:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Daerah pelabuhan Beirut, Lebanon rusak parah akibat ledakan gudang amonium nitrat pada Rabu. Ledakan itu turut menghancurkan gudang gandum Lebanon.

Daerah pelabuhan Beirut, Lebanon rusak parah akibat ledakan gudang amonium nitrat pada Rabu. Ledakan itu turut menghancurkan gudang gandum Lebanon.

Foto: EPA-EFE/WAEL HAMZEH
Gudang gandum Lebanon ikut rusak oleh ledakan gudang amonium nitrat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Sebuah gudang gandum di pelabuhan Beirut ikut rusak akibat ledakan masif yang terjadi di sana pada Selasa (4/8). Lebanon pun hanya mempunyai persediaan gandum yang cukup untuk waktu kurang dari sebulan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Ekonomi Raoul Nehme kepada Reuters pada Rabu. Dia juga menyebut bahwa kapal pengangkut pasokan padi-padian sedang dalam perjalanan menuju Lebanon.

Nehme mengatakan bahwa Lebanon membutuhkan persediaan padi-padian setidaknya untuk waktu tiga bulan sebagai jaminan keamanan pangan. Menurutnya, pemerintah sudah mencari tempat penampungan persediaan lainnya.

Ledakan yang berpusat di sebuah gudang dan sejauh ini disebutkan berasal dari 2.750 ton amonium nitrat tersebut meluluhlantakkan distrik pelabuhan dan kawasan sekitarnya. Ledakan melumpuhkan portal masuk utama untuk impor sumber pangan di negara berpenduduk enam juta orang lebih itu.

Dalam pernyataan kepada surat kabar lokal, ketua serikat importir gandum, Ahmed Hattit, menyebut bahwa ketika terjadi ledakan, silo di Beirut menampung tidak lebih dari 15 ribu ton gandum karena sejumlah pengelola penggilingan telah membongkar langsung gandum impor yang datang. Hattit mengatakan bahwa persediaan tepung yang tersisa saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar selama satu setengah bulan.

Menurut Hattit, ada empat kapal kargo yang mengangkut total 28 ribu ton gandum yang sedang dalam perjalanan. Silo di pelabuhan Beirut mampu menampung hingga 120 ribu ton padi-padian, menurut keterangan Ahmad Tamer, direktur pelabuhan Tripoli, kota terbesar kedua di Lebanon.

Pelabuhan Tripoli, yang merupakan pelabuhan terbesar kedua di negara itu, tidak dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan padi-padian. Namun, jika masuk ke sana, gandum bisa ditransfer ke gudang terdekat yang berjarak sekitar dua kilometer.

Saat ini, Lebanon tengah mengupayakan untuk segera mengalihkan empat kapal yang membawa 25 ribu ton tepung ke pelabuhan Tripoli.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA