Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Pemain Asing PSM Selamat dari Ledakan di Lebanon

Rabu 05 Aug 2020 20:29 WIB

Red: Israr Itah

PSM Makassar

PSM Makassar

Foto: Twitter
Hussein sebelumnya pulang kampung ke Lebanon saat kompetisi Liga 1 diliburkan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pemain asing PSM Makassar, Hussein El Dor, dilaporkan selamat saat terjadi ledakan besar di sekitar pelabuhan Kota Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) waktu setempat.

"Hussein mengatakan saat terjadi ledakan, ia berdekatan dengan lokasi kejadian dan selamat," ujar media officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim yang berada di Jakarta saat dikonfirmasi dari Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8).

Ia mengatakan, usai menerima informasi dari media atas kejadian ledakan itu, pihaknya langsung menghubungi Hussein, untuk memastikan keadaannya. Mengingat Hussein sebelumnya pulang kampung ke Lebanon saat kompetisi diliburkan karena pandemi Covid-19.

Baca Juga

Hussein melaporkan dirinya dalam keadaan selamat. Namun dampak yang ditimbulkan akibat ledakan dahsyat itu menghancurkan sebagian Kota Lebanon termasuk pelabuhan setempat.

"Dia (Hussein) berhasil selamat dari musibah itu. Ia mengatakan hanya Tuhan yang tahu bagaimana bisa kembali ke rumahnya. Ia berharap semua orang mendoakan Kota Beirut, khususnya bagi korban meninggal dan luka-luka," tutur Sulaiman.

Hingga kini, pihak manajemen PSM Makassar terus berkordinasi dengan Hussien, termasuk memberikan dukungan moral untuk tetap kuat dan semangat usai insiden tersebut.

Hussein El Dor sebelumnya didatangkan pada musim awal kompetisi shopee Liga 1 Indonesia. Pria kelahiran negara Pantai Gading itu mengisi posisi sebagai pemain belakang atau di skuat PSM Makassar. Namun saat kompetisi berlangsung, wabah Covid-19 telah masuk ke Indonesia sehingga kompetisi dihentikan sementara.

Sebelumnya, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan sumber ledakan adalah 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan. Lokasi terjadinya ledakan amat masif yang mengguncang Ibu Kota Beirut, Selasa (4/8).

Aoun menyebut bahwa penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima, karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan. Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan.

Presiden meminta kabinet pemerintahan menggelar rapat darurat terkait ledakan ini pada Rabu, serta mengatakan status darurat selama dua pekan harus segera diumumkan. Sejauh ini, seratusan orang dilaporkan tewas akibat ledakan, sementara sekitar 4.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA