Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Satgas Ungkap Potensi Penyebab Kematian Kasus Covid-19

Rabu 05 Aug 2020 14:58 WIB

Red: Indira Rezkisari

Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan ada beberapa potensi penyebab kematian di kasus Covid-19.

Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan ada beberapa potensi penyebab kematian di kasus Covid-19.

Foto: BNPB Indonesia
Beban ganda hingga terlambat ditangani sebabkan kematian Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, terdapat beberapa potensi penyebab kematian pada kasus Covid-19. Salah satunya penanganan terlambat karena pasien masuk ke rumah sakit sudah dalam kondisi memburuk.

"Potensi penyebab kematian pertama adalah penanganan yang terlambat karena pasien juga datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah lebih buruk dari kondisi di awal," kata Dewi dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta pada Rabu (5/8). Penanganan yang terlambat itu disebabkan ketika pasien saat memiliki gejala ringan tidak langsung memeriksakan diri, tapi menunda sampai kondisi sudah memburuk.

Potensi lain adalah karena Indonesia memiliki beban ganda, yaitu keberadaan penyakit menular dan adanya penyakit tidak menular yang bisa menjadi penyakit penyerta pada kasus Covid-19. Keberadaan penyakit penyerta itu bisa membuat kondisi pasien semakin memburuk setelah terinfeksi.

Beberapa penyakit penyerta itu seperti hipertensi dan diabetes melitus, dengan Indonesia sendiri menempati peringkat enam dunia untuk penderita diabetes melitus atau kencing manis.

"Potensi penyebab kematian yang lain adalah terkait kesediaan dari fasilitas kesehatan baik dari alat kesehatan dan SDM," kata Dewi.

Karena itu, ujar Dewi, harus diperhatikan juga ketersediaan tempat tidur, ventilator dan SDM kesehatan untuk menangani Covid-19. Selain itu harus diperhatikan angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit masih sesuai standar yaitu 60 persen pemakaian, agar ketika ada kenaikan kasus fasilitas kesehatan masih bisa menampungnya.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA