Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Kesaksian Warga di Beirut: Getaran Ledakan Dikira Gempa

Rabu 05 Aug 2020 10:37 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Asap mengepul dari lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Asap mengepul dari lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Foto: WAEL HAMZEH/EPA
Berbagai kesaksian warga menyebut efek ledakan di pelabuhan Beirut sangat dahsyat

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Ledakan besar yang terjadi di sebuah pelabuhan di Beirut pada Selasa (4/8) telah menyebabkan kerusakan secara luas dan menyebarkan kepanikan. Ledakan ini setidaknya telah menewaskan 78 orang dan melukai ribuan lainnya.

Seorang penyintas bernama Nada Hamza tak menyangka dia selamat dari peristiwa ledakan itu. Hamza mengatakan kepada Aljazirah ketika ledakan terjadi dia berada beberapa meter dari pusat listrik di Lebanon, yang sejajar dengan pelabuhan.

"Saya keluar dari mobil dan lari ke pintu masuk salah satu bangunan, kemudian saya menyadari bahwa bangunan itu hancur. Saya mencoba menelepon orang tua saya, tetapi saya tidak dapat menjangkau siapa pun. Saya tidak percaya masih hidup," ujar Hamza.

Seorang associate professor di American University of Beirut, Nasser Yassin, sedang berada di luar Beirut ketika ledakan terjadi. Namun dia merasa ledakan itu seolah-olah dekat dengan dirinya. Yassin mengatakan ledakan ini sangat masif dan belum pernah terjadi di Lebanon.

"Saya telah melalui perang saudara, invasi Israel, tapi ini adalah ledakan terbesar yang pernah terjadi di Lebanon," ujar Yassin.

Mantan menteri kesehatan Mohamed Khalifeh bergegas pergi ke rumah sakit untuk membantu merawat pasien yang terluka. Awalnya dia mengira getaran yang ditimbulkan akibat ledakan itu adalah gempa.

Seorang mantan jenderal angkatan darat, Khaled Hamade, mengatakan Lebanon telah berada dalam situasi yang buruk secara ekonomi, termasuk kekurangan pasokan medis. Ledakan ini mengingatkan Hamade pada hari terakhir perang saudara di Beirut.

Seorang pria yang telah berlumuran darah tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada dirinya. Pria itu mengatakan dirinya sedang memancing dan terdengar ada orang yang berteriak "kebakaran". Dia bergegas pulang dan tak lama kemudian terdengar suara ledakan.

"Saya sedang memancing dan saya dengar ada api. Jadi saya bergegas pulang, lalu saya dengar ada sesuatu yang meledak dan kemudian ini yang terjadi, saya terluka," ujar pria yang tidak menyebutkan namanya itu.

Di lobi rumah sakit Hotel-Dieu, sebuah keluarga mendapatkan kabar bahwa kerabat mereka meninggal dunia akibat ledakan di pelabuhan. Seorang wanita muda membungkuk dalam kesedihan sambil mendekap bayinya. "Youssed, ayah telah ada di surga," ujar wanita itu sambil berderai air mata.

Ledakan juga menyebabkan beberapa orang yang berada di atas kapal Italia yang sedang berlabuh mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Seorang kru kapal Orient Queen, Vincenco Orlandini, mengatakan kapal yang dinaikinya dalam keadaan hancur. Orlandini sempat menyelamatkan diri ketika ledakan terjadi.

"Saya mendengar ledakan itu, saya lari ke seberang lobi dan menjatuhkan diri di karpet. Kurasa itu yang menyelamatkan saya," ujar Orlandini. Rizky Jaramaya

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA