Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Gubernur: Revitalisasi Sungai di Masamba Mendesak

Rabu 05 Aug 2020 07:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Gubernur: Revitalisasi Sungai di Masamba Mendesak. Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Petambua Masamba, kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan Rabu (22/07/2020). Puluhan rumah di desa Petambua hilang akibat diterjang banjir bandang dan ratusan warga masih mengungsi.

Gubernur: Revitalisasi Sungai di Masamba Mendesak. Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Petambua Masamba, kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan Rabu (22/07/2020). Puluhan rumah di desa Petambua hilang akibat diterjang banjir bandang dan ratusan warga masih mengungsi.

Foto: Antara/Yusran Uccang
Revitalisasi sungai di Masamba harus dilakukan secepatnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah mengatakan revitalisasi sungai merupakan hal yang mendesak dilakukan. Revitalisasi sungai sebagai solusi mengatasi persoalan banjir di Masamba dan sekitarnya di Luwu Utara, Sulsel.

Dia mengatakan akibat banjir bandang yang melanda enam kecamatan di Luwu Utara bulan lalu, sungai mengalami sedimentasi akibat endapan lumpur dan pasir. "Akibatnya aliran sungai menjadi tidak normal, karena itu harus dilakukan revitalisasi sungai secepatnya," kata Nurdin menanggapi adanya banjir susulan di Masamba setelah hujan, Selasa malam (4/8).

Mengenai dukungan pendanaan dari Pemprov Sulsel untuk penanganan bencana di Luwu Utara, Nurdin mengatakan Pemprov Sulsel telah menganggarkan dana bantuan sebesar Rp 10 miliar untuk pembangunan hunian sementara. Sedangkan dana tanggap darurat dialokasikan sebesar Rp 5 miliar dari APBD Sulsel. Selain itu juga ada bantuan dari Kemensos dan Kementerian PUPRserta pihak terkait lainnya.

Baca Juga

Untuk keamanan warga Masamba dan sekitarnya di Luwu Utara, ia mengimbau agar mengosongkan dulu lokasi tersebut. "Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi jatuhnya korban, sehingga warga di lokasi rawan banjir diharapkan dapat mengungsi di wilayah yang lebih aman," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA