Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Persentase Kematian Covid-19 Indonesia Masih Lampaui Global

Rabu 05 Aug 2020 02:20 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas medis yang mengenakan APD lengkap memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/7/2020). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/ Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengatakan telah menerima dana percepatan penanganan pandemi COVID-19 dari Kementerian Keuangan sebesar Rp3,4 triliun yang telah digunakan sebesar Rp3,1 triliun untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), alat kesehatan, test kit, klaim biaya perawatan, mobilisasi dan logistik, serta karantina dan pemulangan WNI.

Petugas medis yang mengenakan APD lengkap memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/7/2020). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/ Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengatakan telah menerima dana percepatan penanganan pandemi COVID-19 dari Kementerian Keuangan sebesar Rp3,4 triliun yang telah digunakan sebesar Rp3,1 triliun untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), alat kesehatan, test kit, klaim biaya perawatan, mobilisasi dan logistik, serta karantina dan pemulangan WNI.

Foto: Antara/Ampelsa
Tren kematian akibat Covid-19 di Indonesia namun tunjukkan penurunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat persentase kematian akibat penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) di Indonesia masih di atas global hingga Senin (3/8). Kendati demikian, tren kematian akibat Covid-19 di Tanah Air terus menunjukkan penurunan.

"Persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia per 3 Agustus 2020 adalah sebesar 4,68 persen. Ini bukan kabar yang menggembirakan karena angka kematian akibat Covid-19 di sini masih di atas global yaitu 3,79 persen," ujar Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat bicara di konferensi virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema Perkembangan Penanganan Covid-19 (4 Agustus 2020), Selasa (4/8).

Wiku mengklaim angka kematian tersebut secara nasional sejak Maret, April, Mei, Juni, Juli cenderung menurun yang rata-rata 6 persen karena disiplin dan semangat dari masyarakat dalam melindungi kelompok rentan serta perawatan yang memadai. "Kita harus tetap bekerja keras untuk bisa menurunkan angka kematian ini menjadi lebih baik. Sehingga angka kematian bisa lebih rendah daripada angka kematian global," katanya.

Sementara itu, ia menyebutkan ada lima provinsi mengalami jumlah kematian kumulatif terbanyak per tiga harian. "Yaitu pertama Jatim sebanyak 1.719 kasus, kedua DKI Jakarta 840, menyusul Jawa Tengah (Jateng) 637, keempat Sulawesi Selatan (Sulsel) sebanyak 321, dan kelima adalah Kalimantan Selatan (Kalsel) 295," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila daerah bisa menangani kasus lebih baik dan lebih cepat terutama untuk pasien yang menderita penyakit penyerta (komorbid) atau usia lanjut harapannya jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia bisa ditekan semakin rendah. "Jadi ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, anggota masyarakat agar jangan terlambat menangani kasus Covid-19," katanya.




BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA