Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Stasiun KA Jadi Tujuan Populer Pengguna Gojek

Selasa 04 Aug 2020 16:13 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Pengemudi ojek daring menurunkan penumpang di kawasan stasiun Palmerah pada hari pertama diperbolehkannya ojek daring mengangkut penumpang, Jakarta, Senin (8/6). Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo mengatakan dalam penggunaannya, stasiun kereta api (KA) menjadi tujuan populer pengguna Gojek.

Pengemudi ojek daring menurunkan penumpang di kawasan stasiun Palmerah pada hari pertama diperbolehkannya ojek daring mengangkut penumpang, Jakarta, Senin (8/6). Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo mengatakan dalam penggunaannya, stasiun kereta api (KA) menjadi tujuan populer pengguna Gojek.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Misalnya, dari dan ke stasiun MRT, pengguna Gojek naik 550 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gojek mengungkapkan layanan ojek dan taksi daring masih menjadi pilihan utama masyarakat. Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo mengatakan dalam penggunaannya, stasiun kereta api (KA) menjadi tujuan populer pengguna Gojek.

"Tujuan populer itu justru stasiun kereta rel listrik dan stasiun KA antar kota, bukan mal atau restoran," kata raditya dalam konferensi video, Selasa (4/8).

Dia mengatakan pengguna ojek atau taksi daring digunakan untuk menyambungkan dengan transportasi umum. Raditya mengatakan, pengguna Gojek merasa jika menggunakan ojek daring dan melanjutkannya dengan KRL akan lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi menuju lokasi tujuan.

Baca Juga

Raditya mengatakan dari riset yang dilakukan, satu dari dua pelanggan Gojek pernah menggunakan Gojek dari dan menuju hub transportasi. "Perjalanan dengan Gojek dari dan menuju hub transportasi tumbuh 46 persen setiap tahunnya," ungkap Raditya.

Dia menegaskan, penggunaan Gojek untuk menyambungkan dengan transportasi publik menjadi fokus utama. Sebab, menurutnya pertumbuhannya paling tinggi dan terus meningkat seiring dengan semakin terintegrasinya jaringan transportasi di Jakarta.

"Contohnya dari dan ke stasiun MRT, pengguna Gojek naik 550 persen. Yang kita lihat pengguna beradaptasi dengan jaringan transportasi umum," tutur Raditya.

Untuk itu, Raditya menilai transportasi umum bukan sebagai kompetitor. Dia menegaskan dengan banyaknya transportasi umum yang terintegrasi maka pada akhirnya dapat menguntungkan semua pihak, termasuk konsumen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA