Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Mendikbud: Belajar Bisa Dimana dan Kapan Saja

Selasa 04 Aug 2020 16:11 WIB

Red: Esthi Maharani

Mendikbud RI, Nadiem Makarim

Mendikbud RI, Nadiem Makarim

Foto: Kemendikbud RI
Proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja termasuk dalam kondisi apapun.

"Situasi yang sulit bukannya mematahkan semangat belajar tetapi justru semakin menguatkan," kata dia melalui rekaman video pada diskusi daring dalam rangkaian Hari Anak 2020 yang dipantau di Jakarta, Selasa (4/8).

Ia mengatakan saat sejumlah negara sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 tidak terkecuali Indonesia, maka pada waktu itu juga seharusnya anak Indonesia memperlihatkan sikap ulet dan pantang menyerah dalam menimba ilmu.

"Inilah anak Indonesia yang sesungguhnya, generasi yang ulet dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan di depan mata," ujar dia.

Ia berharap semua anak Indonesia tetap sehat dan ceria dalam mengisi waktu serta mempelajari hal-hal yang disukai dan tentunya bermanfaat. Tidak hanya memberikan dorongan kepada anak didik, pendiri Gojek tersebut juga meminta peran serta orang tua agar lebih optimal dalam mendidik anak terutama saat pembelajaran jarak jauh masih diterapkan.

Menurut dia, pendidikan yang baik dan menggembirakan hanya dapat terwujud apabila semua pihak mulai dari siswa, orang tua dan guru saling bergotong royong dalam mengerjakannya.

Pada kesempatan itu, lulusan Universitas Brown Amerika Serikat tersebut juga memberikan apresiasi kepada organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang dinilai berperan besar dalam membantu memajukan pendidikan di Tanah Air terutama sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan Kowani sejak 1951 tersebut telah membuahkan hasil yang besar di dunia pendidikan yaitu keluarnya Keputusan Presiden (Kepres) nomor 44 tahun 1984.

"Kepres tersebut memutuskan bahwa hari anak nasional diperingati setiap 23 Juli untuk mewujudkan Indonesia negara yang ramah anak," ujarnya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA