Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Ilmuwan Temukan Lubang Hitam yang Begitu Tenang

Selasa 04 Aug 2020 15:09 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Lubang Hitam (ilustrasi)

Lubang Hitam (ilustrasi)

Foto: id.wikipedia.org
Lubang hitam yang tenang memicu kelahiran bintang-bintang baru.

REPUBLIKA.CO.ID, MONTREAL -- Ilmuwan menemukan lubang hitam yang begitu tenang. Begitu tenangnya, ini menjadi penyebab sebuah klaster galaksi yang jauh telah menghasilkan bintang-bintang baru dengan kecepatan yang membingungkan.

Menurut penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal Letters, dilansir di Futurism, Senin (4/8), para ilmuwan tidak benar-benar yakin mengapa lubang hitam itu begitu tenang.  Mereka tahu bahwa ketidakhadiran lubang hitam memungkinkan klaster untuk membuat bintang baru 300 kali lebih cepat daripada Bima Sakti.

Satu tebakan utama para peneliti adalah lubang hitam itu kelaparan. Gugus galaksi yang dijuluki SpARCS1049 ini terdiri dari ratusan hingga ribuan galaksi. Tapi galaksi pusatnya, tempat lubang hitam supermasif berada, jauh dari galaksi yang paling padat. Ini menunjukkan bahwa lubang hitam kehabisan makanan di dekatnya.

"Ini mengingatkan saya pada ungkapan lama‘ ketika kucing itu pergi, tikus-tikus itu akan bermain," kata penulis utama studi, Julie Hlavacek-Larrondo dari University of Montreal.

"Di sini kucing, atau lubang hitam, tenang, dan tikus-tikus atau bintang-bintang sangat sibuk," tambahnya.

Dalam sebuah gugus galaksi seperti SpARCS1049, sebuah lubang hitam supermasif aktif mengeluarkan energi saat melahap apa-apa yang disekitarnya. Lubang hitam ini membawa apa pun di dekatnya ke suhu yang sangat tinggi sehingga yang menghambat pembentukan bintang. Namun, karena lubang hitam ini bersifat tenang, yang terjadi adalah sebaliknya.

"Tanpa lubang hitam secara aktif memompa energi ke sekitarnya, gas dapat cukup dingin sehingga laju pembentukan bintang yang mengesankan ini dapat terjadi," kata ilmuwan Universitas Montreal, Carter Rhea.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA