Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Disdik Singkawang Latih Guru Maksimalkan Pembelajaran Daring

Selasa 04 Aug 2020 01:04 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Disdik Singkawang Latih Guru Maksimalkan Pembelajaran Daring (ilustrasi).

Disdik Singkawang Latih Guru Maksimalkan Pembelajaran Daring (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Moodle pembelajaran daring secara terstruktur dari Kementerian itu belum ada.

REPUBLIKA.CO.ID,PONTIANAK -- Puluhan guru SMA Negeri 2 Singkawang mengikuti kegiatan In House Training (IHT) berkelanjutan untuk pemanfaatan platform dalam pembelajaran daring menggunakan moodle dan google meet di masa pandemi Covid-19 tahun pelajaran 2020-2021.

"Kegiatan ini sangat baik sekali apalagi dalam rangka menghadapi Covid-19 saat ini. Memang pelatihan secara daring sangat dianjurkan oleh pemerintah, walaupun anak-anak saat ini tidak sekolah maka anak-anak tetap bisa belajar dari rumah melalui internet yang ada di setiap ponsel mereka," kata Kepala Bidang Pembinaan, Ketenagaan Disdikbud Provinsi Kalbar, Kusnadi di Singkawang, Senin (3/8).

Dia berharap, pembelajaran secara daring ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak agar bisa lebih baik.

Terlebih sesuai kebijakan pemerintah, informasinya proses belajar mengajar di sekolah akan dimulai pada bulan Desember nanti. Namun itupun tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

"Seperti rencana awal akan dimulai pada bulan Agustus 2020. Yang mana proses belajar mengajar secara tatap muka akan dilangsungkan khusus siswa kelas 3 SMP dan SMA. Tapi nyatanya, ada temuan terhadap guru yang dinyatakan terkonfirmasi positip Covid-19, sehingga proses belajar mengajar tatap muka mungkin ditunda," tuturnya.

Meski demikian, situasi seperti ini bukanlah merupakan suatu alasan bagi siswa untuk tidak belajar. "Sehingga kita harapkan proses pembelajaran juga harus berbasis teknologi. Dengan demikian, kapan dan dimanapun anak-anak tetap bisa belajar melalui teknologi," katanya.

Tetapi jangan menjadikan teknologi itu merupakan satu-satunya cara untuk dapat memberikan proses pembelajaran, karena bagaimana pun dengan tatap muka adalah merupakan proses pembelajaran yang paling ideal.

"Dengan tatap muka sangat diharapkan keteladanan yang diberikan oleh seorang tenaga pendidik kepada siswanya. Tetapi mengingat kondisi masih seperti ini mau tidak mau dilakukan secara teknologi daripada tidak sama sekali," kata Kusnadi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib mengatakan, jika pelatihan In House Training (IHT) adalah merupakan kegiatan rutin di sekolah.

"Mestinya setiap sekolah harus bisa membuat kegiatan seperti ini dalam rangka meningkatkan kemampuan para guru untuk menghadapi hal-hal yang terjadi di sekolah," katanya.

Ia mengungkap, sebenarnya pembelajaran secara daring di Indonesia belum siap. "Saya katakan begitu karena sampai hari ini moodle pembelajaran daring secara terstruktur dari Kementerian itu belum ada. Inikan pandai-pandai guru saja," ujarnya.

Menurut dia, andai saja sudah ada moodle pembelajaran daring secara terstruktur dari Kemendikbud tentu akan ada keseragaman baik secara penilaian atau standarisasi. "Namun yang terjadi selama pandemi ini adalah pembelajaran pandai-pandai guru dan sekolah. Karena tidak ada panduan yang khusus dari Kementerian," katanya.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA