Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Perusahaan India Kantongi Izin Uji Klinis Vaksin Covid-19

Selasa 04 Aug 2020 00:30 WIB

Red: Christiyaningsih

Kasus Covid-19 di India mencapai 1,8 juta pada Senin, setelah lebih dari 50.000 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir - Anadolu Agency

Kasus Covid-19 di India mencapai 1,8 juta pada Senin, setelah lebih dari 50.000 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir - Anadolu Agency

Kasus Covid-19 di India mencapai 1,8 juta pada Senin, setelah lebih dari 50.000 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI - Badan pengontrol obat India pada Senin memberikan izin kepada perusahaan lokal untuk melakukan uji klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford.

Baca Juga

Pengawas Obat-obatan Umum India menyetujui proposal Serum Institute of India untuk melakukan uji coba fase dua dan tiga pada vaksin yang dikenal sebagai ChAdOx1 nCoV-19 atau AZD1222 karena uji coba sebelumnya menunjukkan hasil yang menjanjikan.

"Pengawas Obat-obatan Umum India telah memberikan persetujuan kepada Serum Institute of India di Pune untuk melakukan uji klinis Tahap II + III vaksin Oxford University-AstraZeneca #COVID19 (COVISHIELD) di India," kata Kementerian Kesehatan melalui Twitter.

Adar Poonawalla, CEO perusahaan, mengatakan bahwa setelah mereka diberi izin, uji coba untuk vaksin di India akan segera dimulai.

Poonawalla mengatakan perusahaannya adalah satu dari sembilan perusahaan di seluruh dunia yang telah berkolaborasi dengan perusahaan biofarmasi AstraZeneca, yang ikut mengembangkan dari vaksin Oxford.

Kasus Covid-19 di India mencapai 1,8 juta pada Senin, setelah lebih dari 50.000 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/perusahaan-india-kantongi-izin-uji-klinis-vaksin-covid-19/1930136
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA