Senin 03 Aug 2020 14:19 WIB

BPS: Diperlukan Upaya Keras Pulihkan Pariwisata Jatim

Jumlah Wisman ke Jatim selama 2020 merupakan yang terendah dalam 5 tahun terakhir.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Aktivitas lengang Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur
Foto: Antara/Umarul Faruq
Aktivitas lengang Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur mencatat, kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke wilayah setempat melalui pintu masuk Bandara Juanda pada Juni 2020 mengalami kenaikkan sebesar 708,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan itu yaitu dari 12 kunjungan menjadi 97 kunjungan. Dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah Wisman yang datang ke Jatim mengalami penurunan sebesar 99,57 persen, yaitu dari 22.485 kunjungan.

"Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak langsung dan paling terpukul saat pandemi Covid-19. Adanya larangan orang asing masuk wilayah Indonesia, yang diterapkan mulai awal April 2020, sangat memengaruhi jumlah kunjungan wisman ke Indonesia, dan khususnya ke Jawa Timur," kata Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan saat menggelar konferensi pers secara daring, Senin (3/8).

Dadang melanjutkan, pada Januari-Juni 2020, jumlah Wisman yang masuk Jawa Timur hanya 34.651 kunjungan, dan merupakan yang terendah dalam 5 tahun terakhir. Meskipun terdapat peningkatan jumlah kunjungan Wisman dibandingkan Mei 2020, jumlah kunjungan tersebut masih jauh dari kondisi normal.

"Ke depan, ketika kondisi sudah normal, dengan tatanan yang baru, tentunya diperlukan upaya yang cukup berat untuk memulihkan kondisi pariwisata, khususnya kunjungan Wisman ke Jawa Timur," ujar Dadang.

Dadang melanjutkan, pada Juni 2020, kunjungan Wisman yang datang ke Jawa Timur merupakan warga negara Malaysia, Thailand, dan India. Kunjungan Wisman asal Malaysia sebanyak 56 orang, Thailand 25 orang, dan India 1 orang. Jumlah Wisman dari ketiga negara tersebut mencakup 84,54 persen dari total kunjungan wisman yang datang ke Jatim pada Juni 2020.

"Sedangkan 15 kunjungan wisman yang lain merupakan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri," kata Dadang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement