Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Satgas Covid-19 IDI: Pakai Masker tak akan Membuat Mati

Senin 03 Aug 2020 07:23 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

Masker (ilustrasi). Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menegaskan masker tidak akan mengakibatkan kematian, sebaliknya jika tidak memakainya justru bisa tertular dan meninggal dunia akibat virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Masker (ilustrasi). Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menegaskan masker tidak akan mengakibatkan kematian, sebaliknya jika tidak memakainya justru bisa tertular dan meninggal dunia akibat virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Foto: www.freepik.com
Selain masker, masyarakat diimbau pakai face shield jika berada di ruangan tertutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban merespons masyarakat yang enggan memakai masker wajah karena sulit bernapas. IDI menegaskan masker tidak akan mengakibatkan kematian.

Sebaliknya, Ia mengatakan jika tidak memakainya justru bisa tertular dan meninggal dunia akibat virus corona SARS-CoV2 (Covid-19). "Justru tidak pakai masker akan mengakibatkan ketularan virus dan kemudian bisa meninggal dunia," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (2/8).

Baca Juga

Zubairi menyontohkan, para dokter masih memakai masker, dan bahkan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap serta face shield untuk keamanan. "Jadi dokter saja memakai masker wajah dan APD meski bisa dibilang kurang nyaman tetapi tidak akan membuat mati," kata dia.

Ia juga menyarankan masyarakat juga memakai face shield jika berada di ruangan tertutup dan dalam jangka waktu lama. Tujuannya, yaitu perlindungan lebih aman. 

Jika masyarakat masih bersikeras tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan atau menerapkan protokol kesehatan, Zubairi khawatir nasib negara ini bisa sama seperti Bangladesh, India, Brasil, hingga Amerika Serikat (AS) yang mengalami tingginya infeksi Covid-19. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA