Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Persis: Pemerintah dan Ormas Perlu Sinergi Jalur Dakwah

Senin 03 Aug 2020 07:19 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

Persis: Pemerintah dan Ormas Perlu Sinergi Jalur Dakwah

Persis: Pemerintah dan Ormas Perlu Sinergi Jalur Dakwah

Foto: Republika/Mardiah
Sinergi pemerintah dan ormas Islam memperkecil salah paham keislaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) menyampaikan sinergi pembangunan keagamaan antarpemerintah dengan dan antar-ormas Islam melalui jalur dakwah sebagai pembinaan masyarakat sangat penting. Hal ini agar isu dan tema dakwah diarahkan ke penguatan aqidah, ketaatan ibadah, ketahanan akhlak mulia, sekaligus membangun kesadaran wawasan keumatan yang sejalan dengan wawasan kebangsaan.

"Sehingga tidak ada lagi isu-isu miring yang mempertentangkan antara keislaman dan keindonesiaan," kata Wakil Ketua Umum PP Persis, Ustadz Jeje Zaenudin kepada Republika.co.id, Ahad (2/8).

Baca Juga

Ustadz Jeje mengatakan, jika sinergi tidak terbangun dengan baik antara pemerintah dengan ormas-ormas dan di antara sesama ormas, maka bisa saja akan muncul ekses kesalahpahaman. Bahkan bisa terjadi mispersepsi di antara program pembangunan pemerintah dengan orientasi dakwah keagamaan ormas-ormas.

Persis juga menyampaikan, peran yang dapat dilakukan ormas Islam dalam bersinergi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) di bidang pembangunan keagamaan cukup banyak dan strategis. Terutama melalui gerakan pendidikan, dakwah, dan pengembangan ekonomi syariah kerakyatan.

Ustadz Jeje mengatakan, pembangunan keagamaan di Indonesia dilakukan ormas Islam melalui jalur pendidikan sudah berlangsung lama sekali. Bahkan dilakukan sejak sebelum Indonesia merdeka. "Yaitu dengan corak pendidikan khusus pesantren maupun pendidikan umum yang diintegrasikan dengan pendidikan agama," ujarnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini pesantren dan pendidikan umum yang dijalankan ormas terus berlangsung bahkan terus berkembang baik kuantitas maupun kualitasnya. Keberadaan puluhan ribu pesantren yang dibangun ormas-ormas Islam di seluruh pelosok Indonesia tentu saja memudahkan sekaligus meringankan beban tugas pemerintah dalam melaksanakan kewajiban utamanya di bidang pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, sinergi pembangunan keagamaan melalui jalur pendidikan ini sebenarnya sudah berjalan. Sekarang tinggal terus ditingkatkan dan diperbaiki di berbagai sisi yang membutuhkan sinkronisasi.

"Maka dengan pendidikan kepesantrenan, pembangunan keagamaan Muslim Indonesia dapat tertata dan terarahkan dengan baik dan berkesinambungan," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA