Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Alami Mata Kering Selama Pandemi? Mungkin Ini Penyebabnya

Ahad 02 Aug 2020 14:08 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Mata. Ilustrasi

Mata. Ilustrasi

Foto: Readers Digest
Gejala yang muncul saat mata mulai kering adalah merah dan gatal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah Anda terlalu sering menatap gawai selama pandemi? Kebiasaan ini mungkin karena Anda banyak memiliki waktu luang sehingga lebih banyak menghabiskan waktu di depan gawai dibandingkan biasanya.

Namun waspadalah, terlalu banyak menatap gawai bisa memicu terjadinya mata kering. Seperti dilansir di laman Healtline, Ahad (2/8), menurut Mayo Clinic, mata kering adalah kondisi yang terlalu umum di mana Anda tidak menghasilkan cukup air mata untuk melumasi mata Anda.

Gejala yang muncul saat mata mulai kering adalah merah dan gatal, serta penglihatan buram. Selain itu, bisa menyebabkan sensitivitas yang intens terhadap cahaya, pembentukan lendir di sekitar mata, atau kelelahan mata.

Lalu apa yang menyebabkan mata kering? Tidak ada penyebab seragam untuk semua orang yang memiliki mata kering. Penuaan adalah salah satu penyebab utama, bersama dengan penurunan produksi air mata Anda.

Selain itu, ketergantungan yang berlebihan pada menatap layar dapat memengaruhi kesehatan mata Anda. Ini merupakan suatu keprihatinan umum karena Covid-19 telah memaksa kita menatap monitor komputer dan menonton acara favorit Anda di televisi atau ponsel.

Sebuah laporan dari American Journal Ophthalmology mengungkapkan, lebih dari 16 juta orang di Amerika Serikat (AS) memiliki kondisi mata kering. Ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Kemungkinan mata kering meningkat lebih banyak seiring bertambahnya usia.

Spesialis kornea dan dokter mata di Duke Health, Preeya K Gupta, mengatakan mata kering kadang-kadang menjadi kondisi yang terjadi di luar radar karena tidak setiap dokter secara otomatis mencarinya. "Pasien kadang-kadang melihat mata kering sebagai sesuatu yang selalu terjadi ketika Anda bertambah tua atau memiliki faktor risiko tertentu, tapi saya melihat, akhir-akhir ini, dengan gaya hidup digital kita, ada sesuatu yang berubah," ujar Gupta kepada Healthline.

Dia memperhatikan kini lebih banyak pasien datang dengan gejala tak biasa. Bukan mata merah, iritasi, dan gatal, melainkan penglihatan yang buram. Gupta menyarankan sangat penting bagi Anda menghubungi dokter mata atau dokter langganan Anda terlebih dahulu sebelum melakukan diagnosa sendiri.

Menurut dia, banyak orang yang mencari informasi tentang kesehatan mata lewat mesin pencarian Google. Gupta berharap lebih baik pasien datang lebih cepat ke dokter. "Alasannya, proses penyakit ini merespons perawatan yang lebih baik ketika pasien berada pada tahap awal penyakit mereka," ujar Gupta.

Seorang spesialis kornea di Cleveland Clinic Cole Eye Institute, Craig See, mengatakan ketika ada kekurangan kualitas produksi air mata, maka akan mengakibatkan penyumbatan kelenjar minyak di sekitar kelopak mata. Penyumbatan kelenjar minyak ini dapat menyebabkan bintil, penyumbatan jerawat yang bisa menyakitkan, dan menyebabkan iritasi.

Walaupun tidak ada data untuk menunjukkan apakah ini disebabkan oleh lockdown selama Covid-19 atau tidak. Namun See menyebut, seiring berjalannya waktu, banyak orang semakin sering menatap layar komputer maupun ponsel pintar mereka. Hal itu menjadi bagian rutin dari kehidupan modern sehari-hari.

"Gaya hidup digital telah memainkan peran penting dalam prevalensi mata kering," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA