Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Perlukah Memakai Kacamata untuk Hindari Covid-19?

Ahad 02 Aug 2020 13:23 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti

Haruskah seseorang memakai kacamata untuk menghindari Covid-19? (ilustrasi).

Haruskah seseorang memakai kacamata untuk menghindari Covid-19? (ilustrasi).

Foto: Pxfuel
Secara teori, idealnya semua orang harus mengenakan pelindung wajah secara sempurna.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Virus SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19 dapat masuk ke dalam tubuh melalui mukosa pada hidung, mulut, dan mata. Para ahli telah merekomendasikan setiap orang memakai masker dan menjaga jarak fisik.

Namun, bagaimana dengan mata? Haruskah kita mengenakan kacamata atau face shield?

Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat (AS) dr Anthony Fauci mengatakan, secara teori, idealnya semua orang harus mengenakan kacamata atau pelindung wajah secara sempurna untuk mencegah infeksi virus. "Jika ingin perlindungan sempurna, Anda harus melindungi semua permukaan mukosa pada hidung, mulut, dan mata. Pada mata Anda bisa menggunakan kacamata atau pelindung mata. Tapi secara umum, ini tidak direkomendasikan," kata Fauci.

Pernyataan Fauci sempat membuat perdebatan antarwarganet. Ada yang menganggap itu sebagai imbauan atau rekomendasi, ada juga yang menganggap bahwa pemakaian hazmat lebih penting.

Merespons itu, Fauci mengklarifikasi bahwa komentarnya tentang penutup mata terlalu berlebihan. Menurut dia, pernyataan tentang penutup mata terlontar ketika berdiskusi dengan sekelompok guru.

Kala itu salah satu guru bertanya kepada Fauci tentang validitas penularan Covid-19 melalui mukosa mata. Dan karena kekhawatiran mereka, para guru sempat terpikir untuk memakai kacamata.

Fauci lantas menjawab, "Jika Anda memiliki pelindung mata dan ingin memakainya, itu bisa membantu, karena virus dapat masuk melalui mata, tapi itu bukan rekomendasi yang harus dipakai oleh semua orang," kata Fauci.

Juru bicara klinis untuk American Academy of Ophthalmology dr Thomas Steinemann mengatakan, penutup mata adalah langkah bijak bagi orang-orang yang tidak bisa mempraktikkan jarak fisik atau yang harus berada di suatu tempat, di mana udara mungkin terkontaminasi virus. Tetapi bagi kebanyakan orang yang bekerja dari rumah atau tidak melakukan kontak dekat dengan orang lain di luar rumah, mengenakan masker dan menjaga jarak aman dari orang lain mungkin cukup.

"Intinya Anda harus mengenakan semacam penutup mata jika Anda berada dalam situasi berisiko tinggi terpapar virus. Jika tidak, mungkin cukup dengan masker wajah," kata Steinemann seperti dilansir di laman Keyt, Ahad (2/8).




BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA