Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Hagia Sophia

Orang Amerika Ternyata yang Memulihkan Mosaik Hagia Sophia?

Senin 03 Aug 2020 04:33 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Thomas Whittemore kala memperbaiki mosaik di Hagia Sophia.

Thomas Whittemore kala memperbaiki mosaik di Hagia Sophia.

Foto: duvarenglish.com
Siapa salah satu perawat mosaik Hagia Sophia?

REPUBLIKA.CO.ID, -- Bila ada pendeta Kristen Ortodoks yang mengatakan kalau tidak di tangan orang Turki, Hagia Sophia telah lama roboh, ternyata benar adanya. Sebab, ternyata ada seorang akademisi Amerika, Thomas Whittemore, yang disetujui oleh Mustafa Kemal Atatürk untuk mengembalikan mosaik Hagia Sophia pada 1931.

Meskipun ruang tersebut dibuka sebagai museum dalam tiga tahun, restorasi berlanjut selama 15 tahun berikutnya. Jadi Thomas Whittemore adalah orang di belakang mosaik-mosaik di Hagia Sophia Istanbul yang kini masih bisa dinikmati khalayak. Meskipun begitu, kini nasib Whittemore tetap tidak diketahui. Namun, Mosaik itu tetap ada hingga sekarang, yakni ketika Hagia Sophia kembali berfungsi menjadi masjid.


Whittemore disetujui pada 1931 oleh pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Atatürk, untuk mengembalikan mosaik di katedral yang akan dibuka hanya tiga tahun kemudian sebagai museum.


''Kala itu, Santa Sophia atau Hagia Sophia adalah masjid pada hari saya berbicara dengan [Atatürk]. Pagi berikutnya, ketika saya pergi ke masjid, ada tanda di pintu yang tertulis di tangan Atatürk sendiri. Dikatakan: ‘Museum ditutup untuk perbaikan’," ujar Whittemore yang berkisah tentang perekrutannya untuk merawat mosaik Hagia Sophia seperti dikutip duvarenglish.com.

Namun, pekerjaan restorasi mosaik membutuhkan waktu yang tak sebentar. Bahkan, perlu waktu sampai 18 tahun. Dan ini terus berlanjut setelah Hagia Sophia dijadikan museum pada 1934.

Keahlian Whittemore berbekal dari gelar sarjananya yang didapat dari Tufts University di Massachusetts. Setelah itu, Whittemore belajar arsitektur di Universitas 'Sorbonne, Paris.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA