Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Begini Muslim Kanada Merayakan Idul Adha

Ahad 02 Aug 2020 10:09 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Friska Yolandha

Ilustrasi sholat di masjid dengan protokol kesehatan (menjaga jarak). Warga Provinsi Newfoundland and Labrador, Kanada, menggelar sholat Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah jamaah.

Ilustrasi sholat di masjid dengan protokol kesehatan (menjaga jarak). Warga Provinsi Newfoundland and Labrador, Kanada, menggelar sholat Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah jamaah.

Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
Masjid membatasi kapasitas masjid hanya 50 persen dengan jarak antara jamaah sholat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 yang merebak di berbagai negara telah membuat perayaan Idul Adha tahun ini menjadi sangat berbeda. Tak terkecuali di Provinsi Newfoundland and Labrador, Kanada yang menjadi rumah bagi banyak Muslim. 

Baca Juga

Sebagian besar Muslim melaksanakan sholat Id di Masjid Al Noor. Masjid ini menjadi satu-satunya masjid yang digunakan umat Muslim di provinsi Newfoundland and Labrador untuk melaksanakan Idul Adha. Untuk menerapkan protokol kesehatan, masjid pun membatasi kapasitas masjid menjadi hanya 50 persen saja. Sementara sebagian jamaah lainnya melaksanakan sholat di lokasi lainnya.

"Rasanya tak seperti hari raya di mana orang-orang datang bersama-sama. Sementara sekarang kita harus menjaga jarak. Ada dua area pelaksanaan sholat yang saya tahu, kami berdoa di area pasar petani St John, ada satu lagi di Lions Club," kata seorang Muslim yang tinggal di St John, Maruf Dewan seperti dilansir CBC News pada Ahad (2/8).

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana umat Islam di Newfoundland and Labrador dapat melaksanakan sholat dengan berdampingan tanpa harus menerapkan jaga jarak. Dewan mengatakan meski berbeda dengan tahun lalu, namun masyarakat tetap semangat dalam merayakannya. Mereka melaksanakan sholat dengan menjaga jarak, mencuci tangan, dan merayakan kegembiraannya di tengah pandemi.

"Rasanya tak seperti sholat berjamaah, meskipun kamu berada di tengah-tengah jamaah secara teknis. Setelah selesai sholat, Anda biasanya memeluk semua orang baik yang Anda kenal atau tidak. Tetapi tahun ini Anda tidak bisa melakukan itu, jadi rasanya berbeda," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA