Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

10 Orang Tewas Akibat Minum Oplosan Hand Sanitizer di India

Ahad 02 Aug 2020 09:45 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nur Aini

Hand sanitizer. ilustrasi

Hand sanitizer. ilustrasi

Foto: Sciencealert
Pecandu alkohol di India yang minum hand sanitizer ingin mendapatkan efek mabuk

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Sebanyak sepuluh orang meninggal setelah meminum hand sanitizer mengandung alkohol di negara bagian Andhra Pradesh, India. Mereka diduga meminum hand sanitizer karena toko minuman alkohol tutup.

Peristiwa itu tepatnya terjadi di desa Kurichedu yang menerapkan lockdown setelah kenaikan penderita Covid-19 di sana. Kapolsek setempat Siddharth Kaushal mengatakan mereka yang meninggal karena meminum campuran hand sanitizer, air dan soft drinks.

Kaushal mengatakan para peminum merupakan pecandu alkohol. Mereka diduga telah mengonsumsi minuman oplosan itu sejak 10 hari lalu.

Baca Juga

"Kami menginvestigasi apakah sanitizer mengandung bahan berbahaya lain atau tidak," kata Kaushal dilansir dari BBC pada Ahad (2/8).

Kaushal menambahkan telah mengirim contoh cairan hand sanitizer itu untuk dianalisis lebih lanjut.

"Beberapa orang pecandu berat alkohol telah mengonsumsi hand sanitizer agar mendapat efek mabuk," ujar Kaushal.

"Alkohol tidak tersedia karena terjadinya lockdown di sini, tapi hand sanitizer mudah didapat," kata Kaushal.

Pemerintah federal India telah membuka lagi mayoritas sektor bisnis guna mencegah keruntuhan ekonomi. Pada awal pekan ini, diumumkan pusat kebugaran dan yoga dapat dibuka lagi. Pembatasan akibat Covid-19 pun mulai dikendurkan.

Walau demikian, sebagian wilayah India masih menerapkan lockdown karena tingginya kasus Covid-19. India mencatatkan 55 ribu kasus Covid-19 baru dalam 24 jam terakhir. Angka kematian bertambah 779 menjadi 35.700 orang totalnya sementara ini. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA