Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Puncak Arus Balik Idul Adha Diprediksi Hari Ini

Ahad 02 Aug 2020 09:04 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Pengendara motor melintasi Jembatan Suramadu di Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (30/7/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya peningkatan pergerakan penumpang transportasi umum pada masa Libur Idul Adha di terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan puncak arus balik Idul Adha 2020 akan terjadi pada hari ini, Ahad (2/8).

Pengendara motor melintasi Jembatan Suramadu di Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (30/7/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya peningkatan pergerakan penumpang transportasi umum pada masa Libur Idul Adha di terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan puncak arus balik Idul Adha 2020 akan terjadi pada hari ini, Ahad (2/8).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Penumpang transportasi umum mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya peningkatan pergerakan penumpang transportasi umum pada masa Libur Idul Adha di terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan puncak arus balik Idul Adha 2020 akan terjadi pada hari ini, Ahad (2/8).

Baca Juga

Sebelumnya Kemenhub memprediksi akan terjadi peningkatan penumpang pada hari Raya Idul Adha 2020 karena jatuh pada Jumat (31/7) saat akhir pekan. “Berdasarkan pantauan kami, sejumlah penumpang transportasi umum mengalami peningkatan dibanding hari biasa,” kata Adita dalam pernyataan tertulis, Ahad.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, Adita mengatakan peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sekitar 16 persen dibandingkan hari biasa. Pada Kamis (30/7) menjadi puncak pergerakan penumpang yaitu mencapai 37 ribu lebih penumpang.

“Peningkatan jumlah penumpang pesawat perharinya di Bandara Soetta juga diikuti dengan peningkatan pergerakan pesawat sebesar 13 persen yaitu sebanyak 460 lebih pergerakan pesawat per hari,” jelas Adita.

Selain itu, peningkatan jumlah penumpang harian juga terjadi di Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Internasional Yogyakarta, Kulonprogo. Untuk di Bandara Juanda Surabaya, terjadi peningkatan jumlah penumpang harian sekitar 11 ribu lebih penumpang perharinya, dibandingkan dengan hari biasa yang hanya mencapai lima ribu penumpang per harinya.

Sementarai itu, di Bandara Internasional Yogyakarta juga mengalami peningkatan sekitar 31 persen dibanding hari biasa. Peningkatan tersebut dengan jumlah penumpang perharinya mencapai 3.600 lebih penumpang, baik yang tiba maupun yang berangkat dari Bandara Internasional Yogyakarta.

Pada moda kereta api, Adita mengatakan terjadi juga peningkatan penumpang. Total penumpang KA jarak jauh pada 11 kereta api yang dioperasikan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen ke berbagai jurusan pada Kamis (30/7) mencapai 3.958 penumpang dari sebanyak 4385 tempat duduk yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Tiket kereta terjual sekitar 90 persen dari jumlah total tempat duduk, dengan tetap membatasi kapasitas gerbong maksimal 70 persen dari total kapasitas normal,” ujar Adita.

Kenaikan jumlah penumpang juga terjadi pada moda angkutan penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat jumlah total penumpang yang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni pada Kamis (30/7) pagi hingga Jumat (31/7) pagi tercatat sebanyak 46.688 orang atau naik 147 persen dibandingkan realisasi periode sama Idul Adha tahun lalu sebanyak 31.677 orang.

Begitu juga di terminal bus Pulo Gebang, Jakarta juga terjadi lonjakan penumpang jelang Idul Adha. “Yang biasanya hanya mengangkut ratusan penumpang perharinya, pada Rabu (29/7) mengalami peningkatan hingga 1200 lebih penumpang per hari,” ungkap Adita.

Adita menilai dengan adanya peningkatan penumpang baik di darat, laut, udara, dan kereta api tersebut memperlihatkan masyarakat sudah mulai percaya untuk menggunakan transportasi umum. Hanya saja, di sisi lain menurutnya Kemenhub terus melakukan pengawasan untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan untuk menciptakan transportasi aman dan sehat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA