Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

PPDB, Kepsek SMAN di Depok Protes Berita tanpa Wawancara

Ahad 02 Aug 2020 09:04 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto

Pengumuman penerimaan siswa baru tahun lalu. Ilustrasi

Pengumuman penerimaan siswa baru tahun lalu. Ilustrasi

Foto: Republika
Kepsek protes pemberitaan PPDB yang menyudutkan dan sepihak tanpa konfirmasi.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN di Kota Depok, Jawa Barat, sudah berakhir. Namun, sejumlah kepala sekolah (kepsek) SMAN di Depok melakukan protes pemberitaan yang menyudutkan dan sepihak tanpa konfirmasi serta wawancara.

Berita tersebut ditayangkan di media online dan media cetak sebuah perusahaan pers nasional dengan judul "Usut PPDB Siswa Titipan di Depok" dan "Terima 640 Siswa Titipan, 17 Kepsek Mengaku Salah, Siap Dicopot" yang termuat pada Sabtu 1 Agustus 2020.

"Itu berita bohong, fitnah, dan adu domba. Saya tidak pernah diwawancarai," kata Kepsek SMAN 4 Depok, Dede Agus, dalam keterangannya ke sejumlah media, Sabtu (1/8).

Menurut Dede, setelah berita itu keluar, oknum wartawan tersebut juga menyampaikan pesan melalu WhatApp (WA) dengan ancaman.

"Siang Pak Dede, masih ada peluang selain 40 siswa titipan! Pak Dede sudah siap digusur!! Hehehe kenapa dari kemarin nggak ngaku, siap-siaplah dengan resiko. Jangan permainkan wartawan," ungkap Dede.

Atas hal tersebut, Dede kemudian membuat surat protes dan hak jawab ke media tempat oknum wartawan itu bekerja. "Kok wartawan seperti itu. Saya sudah lapor ke media tempat wartawan tersebut bekerja. Saya tidak takut," tegas Dede.

Dede menambahkan, berita "17 Kepsek Mengaku Salah, Siap Dicopot", itu juga tidak benar. Ia memastikan tidak pernah berkomentar tentang kata siap dicopot dari jabatan. "Saya tidak bertemu dengan siapa pun dan wartawan. Saya kaget ada pemberitaan tersebut yang membawa bawa nama saya. Saya sudah ajukan hak protes dan hak jawab ke redaksi media itu. Saya juga akan laporkan ke Dewan Pers dan menempuh jalur hukum," jelas dia.

Sementara itu, wartawan berinisial KRG membantah telah mengancam Kepsek SMAN 4 Depok, Dede Agus. "WA saya itu bukan ancaman. Bedakan ancaman dengan omongan. Saya bilang itu ke Pak Dede karena cuek ketika dikonfirmasi, mancing itu," ujarnya saat memberi penjelasan melalui WA ke Republika.co.id, Sabtu (1/8).

Terkait dengan tudingan berita bohong tanpa wawancara, KRG juga membantah karena pernah mendapat jawaban WA dari Dede. "Isi WA-nya, 'bukan hanya saya yang terima titipan, tapi seluruh kepala sekolah'. Nah, itu isi WA dari Pak Dede yang saya terima pada Sabtu (1/8) pukul 18.00 WIB," jelasnya.

Kemudian, lanjut KRG, pada pekan lalu, Dede menyatakan untuk menyuruh para orang tua agar anak-anaknya bersekolah di sekolah terbuka, karena kuota SMAN 4 Depok sudah penuh. "Itu waktu Pak Dede bicara di pos penjagaan sekolah, yang mendengar bukan hanya saya, ada kurang lebih 10 orang saksi yang mendengar," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA