Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Apple Hapus Ribuan Aplikasi Game dari China

Ahad 02 Aug 2020 08:41 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

AppStore. Pabrikan ponsel Apple Inc menghapus 29.800 aplikasi dari toko aplikasi China.

AppStore. Pabrikan ponsel Apple Inc menghapus 29.800 aplikasi dari toko aplikasi China.

Foto: Google
Apple telah menghapus lebih dari 2.500 judul dari App Store selama pekan pertama Juli

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Pabrikan ponsel Apple Inc menghapus 29.800 aplikasi dari toko aplikasi China. Menurut data dari perusahaan riset Qimai, jumlah aplikasi yang dihapus itu termasuk 26 ribu permainan ponsel.

Baca Juga

Seperti dilansir dari laman Reuters, Ahad (2/7) pencopotan itu terjadi di tengah tindakan keras terhadap permainan tanpa izin oleh otoritas China. Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pada awal tahun ini, Apple memberi penerbit game tenggat waktu akhir Juni untuk menyerahkan nomor lisensi yang dikeluarkan pemerintah yang memungkinkan pengguna melakukan pembelian dalam aplikasi.

Toko aplikasi Android China telah lama mematuhi peraturan itu. Tidak jelas mengapa Apple memberlakukannya dengan ketat tahun ini.

Pembuat ponsel asal AS itu telah menghapus lebih dari 2.500 judul dari app store miliknya selama minggu pertama bulan Juli.  Game yang ikut terhapus termasuk Zynga dan Supercell.

Pemerintah China telah lama berupaya untuk menegakkan peraturan yang lebih ketat pada industri game-nya untuk menghapus konten sensitif. Proses persetujuan untuk game yang ingin mengaktifkan pembelian dalam aplikasi adalah panjang dan rumit, melukai semua kecuali pengembang game terbesar.

"Ini paling mempengaruhi pendapatan pengembang kecil dan menengah, tetapi karena kesulitan memperoleh lisensi bisnis, itu menghancurkan seluruh industri game iOS di China," kata manajer pemasaran untuk AppInChina Todd Kuhns.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA