Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Kasus Covid-19 di Amerika Latin Sumbang Sepertiga Kematian

Ahad 02 Aug 2020 05:32 WIB

Red: Nur Aini

Pekerja makam dengan pakaian pelindung dan keponakan Darick Caverni membawa peti mati yang berisi sisa-sisa Wilma Caverni yang berusia 88 tahun, yang meninggal karena virus corona baru, di pemakaman Vila Formosa di Sao Paulo, Brasil, Rabu, 15 Juli 2020. Brasil mendekati 2 juta kasus COVID-19 dan 75.000 kematian.

Pekerja makam dengan pakaian pelindung dan keponakan Darick Caverni membawa peti mati yang berisi sisa-sisa Wilma Caverni yang berusia 88 tahun, yang meninggal karena virus corona baru, di pemakaman Vila Formosa di Sao Paulo, Brasil, Rabu, 15 Juli 2020. Brasil mendekati 2 juta kasus COVID-19 dan 75.000 kematian.

Foto: AP/Andre Penner
Kasus Covid-19 di Amerika Latin terus meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Infeksi Covid-19 di Amerika Latin terus meningkat dengan lebih dari 4,7 juta kasus dan 196.000 kematian, atau menyumbang hampir 30 persen kematian global akibat virus tersebut.

Baca Juga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pada Jumat (31/7) rekor peningkatan kasus virus corona global dalam periode 24 jam, dengan total meningkat sebesar 292.527 kasus dan jumlah kematian melampaui 675.000. Ada hampir 17,5 juta infeksi dan lebih dari 677.000 kematian terkait dengan Covid-19, berdasarkan data Johns Hopkins University yang berbasis di Amerika Serikat. AS memiliki kematian terbanyak dengan 153.268, diikuti oleh Brasil dengan 92.475.

Di Brasil, Presiden Jair Bolsonaro mengatakan dia merasa lemas setelah menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam isolasi setelah tertular virus corona.

“Saya melakukan tes darah. Saya merasa agak lemas kemarin. Mereka menemukan sedikit infeksi juga. Sekarang saya sedang minum antibiotik. Pasti selama 20 hari di dalam rumah, kami menemukan hal-hal lain. Saya telah mengidentifikasi jamur di paru-paru saya,” kata Bolsonaro, Kamis (30/7), dalam video siaran langsung pertamanya sejak pulih dari virus.

Dia menghabiskan hampir 20 hari dalam isolasi, setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 7 Juli dan akhirnya pengujian menunjukkan hasil negatif pada 25 Juli. Dia berterima kasih kepada Tuhan dan hydroxychloroquine untuk kesehatannya.

"Dalam kasus khusus saya, pertama saya berterima kasih kepada Tuhan dan, kedua, obat yang diresepkan oleh dokter presiden yaitu hydroxychloroquine," kata Bolsonaro. Seiring pulihnya Bolsonaro, istrinya justru dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis, menurut pernyataan dari istana kepresidenan. Lebih dari 92.000 orang telah meninggal karena Covid-19 dan lebih dari 2,6 juta telah dinyatakan positif di Brasil.

Sementara itu pihak berwenang di Peru sedang menyelidiki apakah negara itu gagal menghitung 27.253 kematian yang disebabkan oleh virus, sebuah angka yang bisa lebih dari dua kali lipat dari jumlah kematian resmi. Negara itu melaporkan lebih dari 400.000 kasus dan 18.816 kematian.

Sedangkan di Kolombia, kasus Covid-19 telah meningkat dengan wabah yang mencatat beberapa kasus harian tertinggi sepanjang minggu. Negara itu telah melampaui angka 10.000 kematian pada Jumat, dengan total 10.105 kematian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA