Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Denny Siregar Hina Ponpes, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Ahad 02 Aug 2020 00:49 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Akbar

Massa menggelar aksi di depan Polresta Tasikmalaya, Kamis (2/7). Massa itu menuntut pernyataan Denny Siregar yang dianggap menghina para santri.

Massa menggelar aksi di depan Polresta Tasikmalaya, Kamis (2/7). Massa itu menuntut pernyataan Denny Siregar yang dianggap menghina para santri.

Foto: Republika/Bayu Adji P
jika kasus Denny Siregar ini diabaikan maka akan menjadi bom waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanganan kasus Denny Siregar yang dianggap menghina sebuah pondok pesantren di Tasikmalaya masih belum menemui kejelasan. Sementara kasus yang hampir serupa, yaitu penghinaan terhadap Basuki Tjahja Poernama (Ahok) justru sangat cepat ditangani. Praktis hal ini menimbulkan kecemburuan sosial.

Pimpinan Ponpes Tahfidz Alquran Daarul Ilmi, Ustadz Ahmad Ruslan Abdul Gani mengingatkan agar pihak berwajib segera memanggil Denny Siregar untuk diproses, seperti kasus penghinaan di media sosial lainnya. Ia khawatir jika kasus ini diabaikan akan menjadi bom waktu.

"Denny segera dipanggil jangan sampai menjadi bom waktu. Ini sudah ada tanda-tanda kemarahan Umat Islam," tegas Ruslan saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (1/8).

Ruslan membantah jika kasus penghinaan yang dilakukan oleh Denny Siregar dianggap selesai. Justru, menurutnya, saat Forum Mujahid Tasikmalaya mendatangi Polres Tasikmalaya, Polisi memastikan, kasus itu tidak berhenti dan masih dalam penanganan Polres Tasikmalaya.

Saat ini tinggal melengkapi satu saksi, yaitu dari orang tua santri. Padahal awalnya, kata Ruslan, tidak ada keterlibatan orang tua santri untuk jadi saksi.

“Sementara kendala kita orang tua jauh dan mayoritas dari kaum dhuafa dan orang tidak mampu. Ini kita lagi menggalang kekuatan untuk bagaimana orang tua santri bisa ke sini," terang Ruslan.

Oleh karena itu, Ruslan berharap agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. Maka harusnya kasus ini sama dengan kasus lainnya, yang cepat ditangani dan tidak berbelit-belit. "Jangan banyak alasan harus ini harus itu. Dari keterangan Polres saja belum menghubungi Denny kan bingung," tegas Ruslan.

Sebelumnya, Forum Mujahid Tasikmalaya melaporkan Denny ke kepolisian pada Kamis (2/7). Denny dilaporkan berkaitan dengan status Facebook miliknya, dia menulis status berjudul "ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG" dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid. Postingannya memicu kemarahan Umat Islam, khusus pihak pondok pesantren dan para santri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA