Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

PFSains Jawab Pemenuhan Energi Alternatif Daerah Terisolir

Sabtu 01 Aug 2020 17:57 WIB

Red: Gita Amanda

Pada tangga 24 Juli, Pertamina Foundation beserta Universitas Peramina berhasil mengadakan acara webinar dengan tema Kemandirian Energi di Era Pandemi.

Pada tangga 24 Juli, Pertamina Foundation beserta Universitas Peramina berhasil mengadakan acara webinar dengan tema Kemandirian Energi di Era Pandemi.

Foto: Pertamina
Inovasi teknologi di bidang EBT sudah menjadi sebuah tren

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation menyelenggarakan kompetisi proyek inovasi EBT yang merupakan bagian dari Kompetisi Sobat Bumi 2020. Pemenang dari proyek inovasi EBT akan mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan ide inovasinya bersama dengan Pertamina Foundation melalui program PFSains.

Dengan mengusung tema Inovasi Energi Baru Terbarukan (EBT) menuju Indonesia Mandiri Energi 2035, kompetisi yang dilaksanakan bersama Universitas Pertamina, dengan dukungan dari Direktorat EBT PTbPertamina (Persero), Kementerian Ristek serta Praktisi Energi memiliki nilai strategis, mengingat implementasi hasil akhirnya akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) wilayah Indonesia. Selain itu, potensi alam di Indonesia mampu mendukung berkembangnya inovasi EBT di daerah tersebut.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari mengatakan dalam kompetisi ini dibutuhkan ide-ide kreatif dari seluruh Indonesia. Ide itu kemudian diimplentasikan bersama pihak kementerian, private sectors, dan lembaga-lembaga terkait lainnya dalam rangka menyediakan energi terjangkau untuk daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) dan daerah perbatasan yang selama ini mengalami kesulitan energi.

Sejak dibuka pada tanggal 27 Juni 2020, lebih dari 150 peserta yang telah terdaftar dengan didominasi oleh generasi era 1980-2000 sebanyak 75 persen. Ini merupakan kabar baik karena banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan energi bagi masyarakat terisolir di Indonesia. 

Baca Juga

Apalagi dari para peserta tersebut, sebanyak 70 persen merupakan pengembangan dari inovasi teknologi yang sudah pernah dilakukan. Jelas ini menggambarkan bahwa inovasi teknologi di bidang EBT sudah menjadi sebuah tren.

Energi Baru dan Terbarukan menjadi kebutuhan penting saat ini dan di masa depan mengingat energi dari bahan bakar fosil bersifat tidak terbarukan dan terbatas. EBT juga merupakan prioritas pemerintah untuk mencapai bauran energi atau energy mix.

Oleh karena itu, Agus antusias menyambut inovasi-inovasi generasi muda ini. “Kami antusias untuk mengundang dan men-challenge anak-anak muda, researchers, intelektual, atau masyarakat umum yang mampu mengembangkan inovasi energi baru dan terbarukan berbasis masyarakat,” katanya.

Dalam kompetisi ini, kriteria yang dibutuhkan dari para peserta adalah orisinalitas ide dan inovasi serta kemanfaatan inovasi EBT bagi masyarakat, khususnya untuk menjawab permasalahan kesulitan energi di daerah 3T dan perbatasan.

Sangatlah tepat jika President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, menyatakan bahwa keunggulan dan sekaligus hal baru yang menantang dari PFSains adalah kompetisi prototype hasil penelitian para akademisi, praktisi dan masyarakat luas yang dapat diimplementasikan untuk menjawab permasalahan energi daerah terisolir. Meskipun di kondisi pandemi ini, kita tetap bisa mewujudkan energi bersih di Indonesia. Salah satunya dengan berkontribusi melalui ide dan inovasi teknologi di Kompetisi Sobat Bumi yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Foundation.

Pada tangga 24 Juli, Pertamina Foundation beserta Universitas Peramina berhasil mengadakan acara webinar dengan tema Kemandirian Energi di Era Pandemi, dimana kegiatan ini merupakan sebuah ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi mengikuti Kompetisi Sobat Bumi Proyek Inovasi EBT (PFSains), karena merupakan sebuah ajang aktualisasi kontribusi solutif dalam mengoptimalkan potensi energi alternatif kepada masyarakat marginal di daerah 3T. 

Webinar ini turut dihadiri oleh tiga pemateri yang handal dalam bidang Energi Baru dan Terbarukan, yaitu Bapak Roni Chandra Harahap, ST., M.Ak selaku Kasubdit Keteknikan dan Lingkungan Panas Bumi, Direktorat Panas Bumi - Kementrian ESDM, Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, M.Sc selaku Perekayasa Madya BPPT/Ketua Asosiasi Biogas Indonesia, dan Triharso Aditcahya ST selaku co-founder dan CTO Baran Energy.

Media yang digunakan dalam webinar ini adalah Zoom Meeting dengan jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut 350 orang dari berbagai kalangan. Tujuan diadakannya webinar ini adalah untuk mensosialisaikan pentingnya Energi BaruTerbarukan dan Produk Ramah Lingkungan demi kelangsungan bumi terutama untuk Tanah Air. Dimana Indonesia merupakan lumbung EBT, mulai dari sumber energi biomassa, biogas, air, matahari, angin, panas bumi, sampai arus laut, semuanya ada di Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA