Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Mahasiswa IPB University Bangun Komunitas Pantigoceng

Sabtu 01 Aug 2020 17:45 WIB

Red: Irwan Kelana

Dua mahasiswa IPB, Hanif dan Habibul mendirikan komunitas Pantigoceng.

Dua mahasiswa IPB, Hanif dan Habibul mendirikan komunitas Pantigoceng.

Foto: Dok IPB University
Komunitas Pantigoceng bertujuan membantu pendidikan anak-anak panti asuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – “Give a little help a lot!” tulah slogan dari komunitas Pantigoceng yang didirikan pada tanggal 23 Juli 2019 lalu.

Pantigoceng, sebuah komunitas yang digagas oleh dua orang mahasiswa IPB University. Keduanya adalah Habibul Fuadi Hanif dari Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta);  dan Hanif Anshary Nasution dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan.

photo
Para relawan Pantigoceng siap mengajak anak-anak panti merenda mimpi masa depan.  (Foto: Dok IPB University)

Komunitas ini hadir berkat keresahan keduanya ketika datang ke sebuah panti asuhan yang berada di sekitar kampus IPB University di Dramaga, Bogor.

Hanif menceritakan, keresahan ini dirasakan ketika Habibul atau biasa dipanggil Bang Bibul ketika itu diajak oleh temannya untuk berkunjung ke sebuah panti yang bernama Panti Putri Bunda yang berada di belakang Kampus IPB Dramaga. Ketika melihat sekilas, kondisi dari panti ini terbilang cukup bagus dan layak huni dengan bangunan dan fasilitas yang mencukupi. “Namun sayang, anak-anak penghuni panti ini masih kurang dari sisi motivasi untuk membangun impian masa depan,” kata Hanif dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Kebanyakan kondisi panti-panti yang ada di daerah Bogor terbilang layak huni dan bisa dibilang tercukupi kebutuhan pokoknya. Terdapat pengurus panti yang sangat mengayomi dan bahkan di beberapa panti ada donatur tetap setiap bulannya yang menyumbangkan sejumlah uang/kebutuhan pokok baik perseorangan maupun kelompok. “Kondisi ini patut untuk disyukuri, namun ada hal penting yang dirasa masih belum dimiliki oleh adik-adik di panti-panti yaitu semangat dalam menentukan impiannya,” ujarnya.

Menurut Hanif, fasilitas yang memadai dengan kondisi keuangan yang berkecukupan ternyata tidak menjadi tolok ukur bahagia dan semangatnya adik-adik panti. Terbatasnya wawasan, soft skill dan pengetahuan mereka dalam lingkungan panti asuhan menggerakkan Hanif dan Habibul untuk bisa membantu dalam meningkatkannya.

photo
Anak-anak panti asuhan mengikuti kegiatan beajar yang diberikan oleh komunitas Pantigoceng.  (Foto: Dok IPB University)

Terlebih lagi sebagai seorang mahasiswa, tentunya rasanya sangat senang untuk dapat berbagi pengetahuan dan semangat belajar mengejar impian kepada adik-adik di panti asuhan.

"Dari kondisi ini, kami merancang bagaimana komunitas ini bergerak dan peran apa yang akan dilakukan dalam membantu adik-adik panti. Terhitung ada sekira 500 pendaftar yang mengisi formulir untuk menjadi anggota komunitas dan akhirnya terpilihlah 56 pengurus komunitas PantiGoceng," ungkapnya.

Relawan ini rutin turun ke panti-panti untuk membantu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta motivasi kepada anak-anak panti. "Pantigoceng akan memberikan edukasi dalam bentuk yang asik dan menarik yaitu dengan video interaktif dan games,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA