Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Rayakan HUT Ke-33, Arema Gelar Konser Virtual

Sabtu 01 Aug 2020 17:26 WIB

Red: Endro Yuwanto

Logo Arema FC

Logo Arema FC

Foto: wikipedia
Seperti tim-tim lain yang ada di Indonesia, Arema juga terdampak pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Konser virtual dengan tajuk "Tidak kemana-mana, tapi ada di mana-mana" bakal mewarnai puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-33 tim berjuluk Singo Edan, Arema FC, yang jatuh pada 11 Agustus. CEO Arema FC Agoes Soerjantodi mengatakan, konser virtual akan dimulai Senin (10/8) malam dengan menghadirkan grup band Dkross, yang merupakan band legendaris dari Kota Malang.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada Aremania agar merayakan ulang tahun Arema FC cukup di depan gawai, atau televisi. Ini untuk kampanye protokol kesehatan dan mencegah penyebaran Covid-19," kata Agoes, Sabtu (1/8).

Agoes menjelaskan, konser virtual Arema tersebut merupakan kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), TNI, Polri, dan Universitas Brawijaya Malang. Konser akan disiarkan di akun resmi Arema FC Official, termasuk di salah satu stasiun televisi lokal.

Tidak ketinggalan dalam konser virtual itu, lanjut Agoes, juga akan dilakukan penghimpunan donasi yang nantinya akan dipergunakan untuk kegiatan bakti sosial mencegah dan melawan Covid-19 bersama Aremania. "Dana akan dipergunakan untuk bakti sosial mencegah dan melawan Covis-19 selama Agustus di sejumlah wilayah yang ada di Malang Raya," jelasnya.

Selain menggelar konser virtual dan bakti sosial, perayaan HUT ke-33 Arema kali ini juga diluncurkan logo ulang tahun Arema yaitu Sluman Slumun Slamet denganseekor singa yang berada di angka 33.

Sluman Slumun Slamet memiliki makna mendapatkan keselamatan, keberuntungan, atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa, dan bukan sekadar selamat dari bahaya, akan tetapi memiliki makna yang lebih dalam. "Dalam renungan perjalanan Arema FC selama 33 tahun, banyak hal yang telah dihadapi, tantangan, dan rintangan. Tahun ini, sungguh dirasakan paling berat dibanding tahun sebelumnya," kata Agoes menegaskan.

Seperti tim-tim lain yang ada di Indonesia, Arema juga terdampak pandemi Covid-19. Sejak kompetisi Liga 1 Indonesia dihentikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) awal Maret lalu, praktis tidak ada aktivitas pertandingan.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Agoes, pihaknya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak. Terutama dukungan para suporter Arema yang dikenal sebagai Aremania, dan juga para sponsor.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA